Home / NEWS / Batik Air Alami Turbulensi, Penumpang dan Pramugari Patah Tulang

Batik Air Alami Turbulensi, Penumpang dan Pramugari Patah Tulang


Salah seorang pramugari terluka setelah pesawat mengalami turbulensi. (Istimewa)

EDISIMEDAN.com MEDAN – Dua penumpang dan satu pramugari maskapai penerbangan Batik Air cedera akibat mengalami turbulensi sekitar 20 menit sebelum mendarat di Bandara Kualanamu. Akibat turbulensi itu juga, penumpang lain mengalami shock.

Informasi yang diperoleh, nama penumpang yang alami patah tulang itu yakni Sasi Yuni Triastuti. Kaki kiri Pramugari Pesawat Batik Air ini mengalami patah tulang (fractur). Satu korban lagi bernama Tjeng Ken Hoen dirujuk ke rumah sakit Columbia Medan.

“Kejadiannya Selasa, 24 Oktober 2017. Pesawat sudah landing dengan mulus di KNO pada pukul 17.33 WIB,” kata Branch Communication and Legal Manager Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto, Rabu (25/10/2017).

Dia mengatakan, pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID6890 tipe B737-800 NG dan Regrestasi PK-PLY mengalami clear air turbulence (CAT) atau turbulensi saat berada di ketinggian 20.000 kaki atau sekitar 6 kilometer di atas permukaan laut.

Baca Juga:  Dari OTT Bupati Batubara, KPK Sita Uang Satu Kardus Indomie

“Pesawat mengalami turbulensi pada saat 20 menit memasuki Kualanamu atau diperkirakan berada di atas danau Toba,” ujar dia.

Pesawat tersebut membawa 114 penumpang. Terbang dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 15.00 WIB menuju Bandara Kualanamu.

“Berdasarkan informasi dari Lion Group, dua penumpang dan satu pramugari mengalami cedera akibat kejadian itu. Mereka ditangani tim medis Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara Kualanamu,” kata Wisnu yang tidak bisa memastikan seberapa parah cedera yang dialami penumpang.

Menurut Wisnu, penumpang lainnya tidak ada yang mengalami luka. Hanya saja beberapa penumpang mengalami shock.

“Informasi yang kami terima, cedera yang dialami penumpang belum dapat dipastikan apakah hanya memar atau kondisi lainnya yang memerlukan penanganan medis lanjutan,” kata dia.

Dia mengatakan, pesawat tersebut lepas landas dari bandara Soekarno-Hatta pada pukul 15.00 WIB. Saat berada di udara kawasan Sumut, pesawat mengalami CAT. Peristiwa ini, lanjutnya, terjadi pada ketinggian 20 ribu kaki atau sekitar 6 Km di atas permukaan laut. [ded|bbs]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up