Home / MEDAN TODAY / BBPOM Medan Ungkap Praktik Manipulasi Vaksin atau Serum Palsu

BBPOM Medan Ungkap Praktik Manipulasi Vaksin atau Serum Palsu


EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) Medan, Alibata Harahap mengungkapkan, pihaknya ternyata pernah membongkar praktik manipulasi vaksin atau serum palsu.

Kasus ini diungkap tahun 2014 lalu atau jauh sebelum hebohnya kasus vaksi palsu yang dilakukan Rita dan Hidayat, pasutri pembuat vaksin palsu.

Menurut Alibata Harahap, saat itu Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BP POM Medan bersama Korwas Polda Sumut melakukan penggeledahan di rumah tersangka pelaku berinisial DS di Medan pada 11 Februari 2014 lalu.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan Dupenhydramin Injeksi yang telah dilepas label penandaannya, kemudian dikemas ke dalam ATS Injeksi dengan menukar penanda menjadi ATS Injeksi palsu.

“DS sengaja mengganti label penandaan Dipenhydramin Injeksi yang masih original dengan label produk ATS Injeksi untuk mendapatkan harga jual yang lebih tinggi,” sebut Alibata.

Baca Juga:  Warga Kelurahan Kwala Bekala Keluhkan Soal Banjir

Dari keterangan tersangka DS, petugas mendapat informasi praktik yang sama juga dilakukan inisial HI di Binjai. Kemudian petugas melakukan penggeledahan di rumah HI pada 12 Februari 2014 dan menemukan produk ATS Injeksi palsu sebanyak 106 ampul serta label ATS Injeksi dan kotak ATS Injeksi yang belum digunakan.

“Tersangka DS telah menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Medan, sedang tersangka HI berhasil melarikan diri dan belum tertangkap hingga kini,” ujar Alibata.

BACA JUGA
Terkait Vaksin Palsu, Gubsu Tengku Erry Sidak Rumah Sakit

Balai Besar POM Medan telah melakukan pengujian di laboratorium PPOMN RI. Hasilnya, ATS Injeksi yang ditemukan di dua lokasi merupakan ATS Injeksi palsu. BB POM Medan juga telah melakukan koordinasi dengan PT Bio Farma sebagai principle sekaligus melakukan pengujian dengan hasil yang sama, ATS Injeksi dari kedua lokasi adalah palsu.

Baca Juga:  Wali Kota Harap Para Jamaah Dapat Menjadi Haji Yang Mabrur

Dari temuan di dua lokasi tersebut, BB POM Medan melakukan pengembangan, termasuk ke sejumlah apotik. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan ATS Injeksi palsu di Apotik MR di Medan dan menyita 10 ampul ATS Injeksi Palsu.

“Pemilik Apotik MR mengaku mendapatkan ATS Injeksi palsu dari sales freelance. Kendati demikian, pemilik Apotik MR menjalani proses hukum tahap II di Pengadilan Negeri Medan,” jelas Alibata.

ATS Injeksi palsu juga ditemukan di RS Padang Lawas yang mendapatkan ATS Injeksi dari Apotik HJ Padang Lawas milik inisial WA. Kemudian petugas PPNS BB POM melakukan penggeledahan ke Apotik HJ Padang Lawas dan menemukan 850 ampul ATS Injeksi palsu.

Dari pengakuan tersangka WA, ATS Injeksi palsu tersebut diperoleh dari sales freelance asal Riau. Tersangka WA kini menjalani proses hukum yang kini perkaranya telah P19. [ded]

Terkait


Berita Terbaru