Home / / BBPOM Tetapkan Pemilik Usaha Mie Berformalin Sebagai Tersangka

BBPOM Tetapkan Pemilik Usaha Mie Berformalin Sebagai Tersangka


MIE FORMALIN. Balai Pengawas Obat Makanan dan Minuman (BPOM) Kota Medan mengrebek mie yang diduga memakai bahan-bahan berbahaya seperti formalin, Rabu (15/3/2017) di Jalan KL Yos Sudarso Km. 7,2 Komplek Perumahan Mulia Indah, Lingkungan 7, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Medan telah menetapkan pemilik usaha mie berformalin yang berada di Jalan KL Yos Sudarso Km 7,2 Komplek Perumahan Mulia Indah, Lingkungan 7, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli sebagai tersangka.

“Inisialnya A, dia pemilik usaha sudah ditetapkan sebagai tersangka,”kata Kepala Penyidikan BPOM Medan Ramses Doloksaribu saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Rabu, (15/3/2017).

Ramses menjelaskan penetapan status tersangka terhadap A karena berdasarkan pemeriksaan dia terbukti mencampur bahan berbahaya kedalam pangan. “Tempat usahanya tidak ditutup, namun yang bersangkutan diwajibkan untuk memberi pernyataan untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya,” tutur Ramses.

Namun Ramses mengatakan pelaku dijerat dengan pasal mengenai undang-undang Pangan No 18 Tahun 2012 tentang Industi Pangan yang mengandung bahan berbahaya. “Itu ancamannya 5 tahun denda Rp 1 miliar,” jelasnya.

Baca Juga:  Tjitawan Tanjung, Pria Asal Medan Tewas di Apartemen Taman Anggrek

Sementara itu terkait penggrebekan yang dilakukan BPOM Medan dilokasi usaha tersangka, kata Ramses itu berdasarkan informasi masyarakat. Menurutnya berbekal informasi itu, BPOM kemudian melakukan investigasi dengan menguji sample produk milik tersangka di laboratorium.

“Jadi hasil samplenya positif mengandung formalin. Setelah positif kita pun melakukan penggrebekan pada pagi tadi lantaran produksi mereka dimulai dari pukul 04.00 wib hingga pukul 06.00 wib,” terangnya.

Tersangka, kata Ramses sempat membantah memproduksi mie kuning berformalin. Sebab menurutnya tidak tiap saat formalin itu dicampur kedalam produk mienya. “Bantahan tersangka tidak sesuai dengan hasil investigasi kami, sebab dipasaran mie produksinya terbukti mengandung formalin. Jadi kami anggap alasannya itu untuk kamuflase saja,” lanjutnya.

Pada saat penggrebekan, petugas BPOM menyita cairan formalin seberat 500 mm, produksi mie diduga berformalin sebanyak 200 kg. “Tempat usaha itu sudah beroperasi selama dua tahun, tapi terindikasi menggunakan formalin baru-baru ini saja. Mie tanpa merk ini dipasarkan di seputaran pajak Brayan dan juga pelanggannya vihar-vihara,” pungkas Ramses. [ska]

Terkait


Berita Terbaru