Home / SUMUT / Begini Pernyataan Sikap dan Dukungan SAHDAR Terhadap KPK

Begini Pernyataan Sikap dan Dukungan SAHDAR Terhadap KPK


EDISIMEDAN.COM,MEDAN: Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia ( KPK) adalah lembaga negara yang dibentuk dengan tujuan meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. KPK bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan mana pun dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya telah berdiri sejak tahun 2002,.

Namun seiring berjalanya waktu KPK telah banyak membongkar kasus-kasus korupsi baik itu yang dilakukan oleh Kepala daerah, DPR, DPRD, Pegawai Pemerintahan dll, hal tersebut juga menimbulkan dampak yang besar bagi pemberantasan Korupsi indonesia.

Koordinator Eksekutif Sentra Advokasi untuk Hak Dasar Rakyat (Sahdar), Ibrahim, mengatakan pada Konprensi pers yang digelar di Sekretariat SAHDAR pada Kamis, (17/1/2019) mengatakan bahwa semakin giatnya KPK dalam mengusut kasus-kasus Korupsi di Indonesia namun tidak sedikit juga pihak yang tidak senang akan tindakan yang dilakukan oleh KPK untuk mengusut kasus korupsi yang sedang terjadi dan hal ini diakuinya dapat lihat dari tindakan yang di lakukan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab seperti yang baru baru ini terjadi yaitu Terror bom yang di lakukan kepada ketua KPK tidak hanya itu beberapa tahun silam terjadi penyiraman air keras kepada Penyidik KPK yang sampai saat ini belum di ungkap siapa pelakunya.

Baca Juga:  PKS Binjai Diskualifikasi 3 Bacalon Walikota, Suheldi Ikuti Gelombang Kedua

Oleh karena itu, Ibrahim menegaskan atas perbuatan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk melemahkan KPK pihaknya menyatakan sikap dan dukungan kepada KPK yakni Menolak segala bentu dan upaya pelemahan terhadap KPK, Menuntut komitmen Presiden RI terhadap pengusutan kasus Teror Bom kepada ketua KPK serta Penyiraman Air keras kepada Penyidik KPK, Mendukung KPK untuk selalu independen dan saling bersinergi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi, Menolak segala bentuk intervensi terhadap semua proses penegakan hukum dan pemberantasan Korupsi yang dilakukan oleh pemerintah, DPR maupun partai politik, Mengajak masyarakat untuk memberikan dorongan moral kepada KPK dalam melaksanakan konstitusionalnya, Mengutuk tindakan teror bom pada rumah Ketua KPK dan penyiraman air keras kepada Penyidik KPK, serta memohon kepada KAPOLRI Tito Karnavian serta Jajaran di kepolisian Republik Indonesia agar segera mengusut tuntas tindakan yang di lakukan oleh orang orang yang tidak dikenal tersebut.(Mahbubah Lubis)

Baca Juga:  Janda Tewas Digorok Tetangga

 

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up