Home / PROFIL / Belum Ada Jenderal Seperti Marah Halim

Belum Ada Jenderal Seperti Marah Halim


Rahmad Nur Lubis
Oleh: Rahmad Nur Lubis*

Tabusira boleh jadi hanyalah sebuah kampung kecil di Tapanuli Selatan. Di kampung antara Padangsidimpuan dengan Sipirok inilah, pada 28 Februari 1921, seorang bayi lelaki yang kelak menjadi jenderal paling dikenang kepemimpinannya dalam sejarah Sumatera Utara dilahirkan.

Dia adalah Marah Halim Harahap. Kendati sang ayah, Jabbar Harahap, hanyalah seorang petani biasa sebagaimana umumnya penduduk kampung Tabusira, Marah Halim sejak kecil sudah menunjukkan tekad yang tidak biasa. Di kampungnya saat itu hanya ada sekolah rakyat yang dibangun swadaya oleh penduduk, tapi kelas tertinggi hanya sampai kelas tiga.

Untuk meneruskan pendidikan ke sekolah dasar negeri yang ada di Pargarutan, anak-anak Tabusira harus berjalan kaki sejauh 10 kilometer pulang pergi. Dari Tabusira hingga Mara Gordong melalui jalan setapak, lalu dari Mara Gordong ke Pargarutan melintasi ruas jalan raya Padangsidimpuan-Sipirok.

Baca Juga:  Akhirnya, PSMS Terima Rp 1,5 M Hadiah Juara Piala Kemerdekaan

Hanya anak-anak yang kuat secara fisik, berani dan memiliki motivasi tinggi untuk belajar yang mampu mengatasi situasi dan kondisi itu. Marah Halim termasuk di antaranya.

Dikutip dari tulisan Akhir Matua Harahap di situs http://akhirmh.blogspot.co.id, setelah lulus sekolah dasar, anak keempat dari enam bersaudara ini sesungguhnya ingin melanjutkan pendidikan ke MULO (sekolah menengah) di Padangsidimpuan. Namun terkendala kemampuan ekonomi orangtua yang terbatas.

“Marsaba di huta (bersawah di kampung) tidak berminat, bersekolah yang lebih tinggi tiada biaya, bakat pedagang tidak ada karena keluarga adalah keluarga petani, lalu jalan keluarnya apa?” bathin pria yang mulai beranjak remaja ini.

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up