Home / / BEM Kota Medan Dukung Kapolda Sumut Copot Kapolres Asahan

BEM Kota Medan Dukung Kapolda Sumut Copot Kapolres Asahan


Mahasiswa yang tergabung dalam Kumpulan Anak Perantau Asahan (KAPAS) gelar aksi demo di Mapolda Sumut meminta Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpau mencopot Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga karena diduga melakukan tangkap lepas terhadap bandar narkoba. [edisimedan.com/putra]

EDISIMEDAN.com MEDAN – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kota Medan mendukung Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpau untuk mencopot Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga dari jabatannya.

Pasalnya, mereka menilai sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam setiap kasus yang ditangai personilnya di Polres Asahan, salah satunya kasus tangkap lepas terhadap bandar narkoba.

Presiden Mahasiswa (Presma) UISU Agung Mardani mengatakan, kasus tangkap lepas terhadap bandar narkoba tidak bisa ditolerir, karena narkoba merupakan kejahatan yang sangat luar biasa. Apalagi, tindakan yang dilakukan oleh Kapolres Asahan sudah tidak mematuhi program Kapolri dan Kapolda Sumut dalam pemberantasan narkoba.

“Kita minta Kapolda mencopot dan memeriksa Kapolres Asahan, apabila nantinya terbukti harus diberikan hukuman,” katanya.

Yang bisa dilakukan rehabilitasi itu korban penyalahguna narkoba, bukan bandar narkoba. Agung menekankan, seharusnya Kapolres Asahan sebagai penanggungjawab wilayah hukum, memproses lanjut kasus bandar narkoba tersebut bukan malah melepaskannya dengan dalih rehabilitasi.

Presma Al-Azhar Zulkifli menambahkan tidak ada satu tempat pun buat kejahatan apalagi bandar narkoba di bumi Sumatera Utara, karena narkoba sudah sangat merusak generasi penerus bangsa.

“Kapolres Asahan hanya omdo menzerokan narkoba di Asahan, buktinya ini ada tiga bandar yang dilepaskan dengan dalih rehabilitasi setelah sebelumnya ditangkap,” ucap Zul.

Hal senada disampaikan Presma Universitas Potensi Utama, Taufik Ramadhan, dalam undang undang narkoba nomor 35 tahun 2009 dan MoU antara kapolri, BNN, Kemenkumham, Kemensos, Kejaksaan dan Kementerian Kesehatan, bahwa yang bisa dilakukan rehabilitasi itu korban penyalahguna bukannya bandar narkoba.

“Berarti Kapolres telah mengangkangi Kapolda Sumut. Diduga ada permainan jual beli pasal dalam proses rehabilitasi di Polres Asahan,” kecamnya.

Sebelumnya, puluhan massa dari Kumpulan Anak Perantau Asahan (KAPAS) melakukan unjuk rasa untuk melaporkan kasus tangkap lepas ini ke Mapolda Sumatera Utara menuntut Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga dicopot dari jabatannya. 

BACA JUGA

Massa menilai Kapolres AKBP Kobul Syahrin Ritonga diduga memiliki daftar dosa diantaranya pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 1,2 kilogram yang diduga palsu, kasus tangkap lepas terduga bandar narkoba dan kasus lain. [Putra] 

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up