Beralasan Sakit, Kadishub Samosir Mangkir Dari Pemeriksaan

34
Selain nakhoda KM Sinar Bangun Poltak Soritua Sagala, penyidik Polri juga ternyata telah menetapkan 3 orang lainnya sebagai tersangka atas kasus karamnya KM Sinar Bangun yang menyebabkan tiga orang penumpang meninggal dunia dan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir, Nurdin Siahaan mangkir dalam ‎pemeriksaan sebagai tersangka kasus tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di Perairan Danau Toba.

Sesuai dengan jadwal pemeriksaan, Nurdin Siahaan seharusnya diperiksa pada hari ini, Senin 9 Juli 2018. Namun, Nurdin Siahaan tidak bisa memenuhi panggilan penyidik, karena mengalami sakit.

“Hari ini, tidak hadir sesuai dengan jadwal menghadap penyidik dengan musibah KM Sinar Bangun melalui pengecaranya meminta untuk menghadap kembali pada tanggal 18 Juli 2018,” ucap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol.Tatan Dirsan Atmaja.

Tatan menjelaskan pihaknya sudah menerima surat keterangan sakit disampaikan oleh Kuasa Hukum Nurdin Siahaan kepada tim penyidik Direktor Reserse Kriminal Umum Polda Sumut dan untuk dijadwalkan pemeriksaan ulang pada pekan depan.

“Bersangkutan meminta pemeriksaan kembali di Tanggal 18 Juli 2018. Apa datang atau tidak, akan kita sampaikan kembali,” kata mantan Waka Polrestabes Medan itu.

Selain Nurdin, dalam kasus tenggelamnya Kapal Sinar Bangun, yang menewaskan ratusan penumpang‎. Polisi juga menetapkan 4 orang tersangka lainnya, yakni Nakhoda Kapal Sinar Bangun, Poltak Soritua Sagala, Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Golpa F Putra.

Kemudian, Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Kabupaten Samosir, Rihad Sitanggang dan anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang.

“Belum ada penambahan tersangka, baru 4 tersangka dan suda tahap I. Kita menunggu Jaksa untuk kelengkapan berkas kasus ini,” tutur Tatan.

Untuk diketahui, proses pencarian dan evakuasi korban KM Sinar Bangun resmi dihentikan oleh Basarnas, Selasa (3/7/2018). Penghentian penca‎rian korban dengan digelar doa bersama, tabur bunga dan peletakan batu pertama monumen.

Selama proses pencarian dan evakuasi korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Perairan Danau Toba, dua pekan lebih. Tim SAR Gabungan baru berhasil mengevakuasi 24 orang. Dimana, 21 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan 3 orang dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian, 164 orang masih menyatakan hilang hingga saat ini. [ska]

Apa Tanggapan Anda?