Berita Kompas Soal Ahok Gugat Cerai Veronica Tidak Ditemukan

194
Portal berita Kompas memberitakan rencana gugatan cerai mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terhadap istrinya, Veronica Tan.

EDISIMEDAN.COM, MEDAN – Portal berita Kompas memberitakan rencana gugatan cerai mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terhadap istrinya, Veronica Tan.

Berita yang dilansir Minggu (7/1/2018), sekitar pukul 22:25 WIB langsung membikin heboh jagad maya. Namun Senin (8/1/2018) pagi ini, sekitar pukul 10. 06 WIB, halaman berita tersebut sempat hilang dan tidak bisa diakses sekitar.

Kompas hanya memberikan keterangan: MAAF KAMI TIDAK MENEMUKAN HALAMAN YANG ANDA CARI.

Diketahui, dalam berita Kompas soal Ahok gugat cerai Veronica, redaksi Kompas online itu tidak menjelaskan identitas sumber yang memberikan keterangan adanya gugagatan cerai Ahok, yang masih mendekam dalam tahanan di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, setelah divonis 2 tahun penjara dalam kasus penodaan agama.

Kompas hanya menulis: “Sumber Kompas.com yang bisa dipercaya menyebutkan, gugatan itu didaftarkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pada Jumat (5/1/2018) sore sekitar pukul 15.00,”

Selain itu, Kompas juga mengutip keterangan seorang petugas pendaftaran perkara perdata di PN Jakarta Utara yang tidak disebutkan juga identitasnya.

“Benar tadi sore sudah didaftarkan atas nama Basuki dan Veronica,” demikian Kompas mengutip keterangan petugas dimaksud.

Disamping itu, foto lembaran surat gugagatan cerai Ahok terhadap Veronica turut dilampirkan dalam berita itu dengan keterangan:

“Surat gugatan cerai Basuki Tjahaja Purnama kepada Veronica Tan yang sedang dikonfirmasi ke pihak Ahok dan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.”

Sumber Kompas.com mengatakan, pendaftaran dilakukan kuasa hukum Ahok dari kantor pengacara Fifi Lety Indra & Partners.

Kompas.com berusaha untuk mengkonfirmasi Fifi Lety Indra, pengacara yang merupakan adik Ahok namun tidak berhasil.

“Panggilan telepon Kompas.com tidak diangkat, pesan singkat juga tidak dibalas, hanya dibaca,” demikian diberitakan. [ded]

Apa Tanggapan Anda?