BI Perwakilan Sumut Gelar Seminar Nasional Peran Dan Fungsi BI dan LPS

    16

    EDISIMEDAN.com, MEDAN: Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara menggelar seminar nasional peran dan fungsi strategis Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan dalam Sistem Keuangan Indonesia, di Ball Room Hotel Adimulia,  Kamis (1/11/2018).

    Pada seminar nasional yang bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Ikatan sarjana ekonomi Indonesia (ISEI) Sumut itu, Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS, Ferdinan Dwikoraja Purba, mereka, terlepas dari capaian, industri perbankan juga memiliki tantangan salah satunya adalah pengelolaan likuiditas di tengah persaingan pengejar pertumbuhan dana pihak ketiga baik antar bank, maupun antar kelompok bank menunjukkan bahwa persaingan itu sangat terlihat.

    “Merespons perkembangan terakhir di suku bunga perbankan akhir akhir ini, tanggal 29 kemarin LPS menaikan suku bunga penjaminan terhadap bank umum dan BPR (bank perkreditan rakyat) menjadi 6,75% untuk bank umum dan 9,25% untuk BPR,” ujarnya dalam sambutannya.

    Dia mengatakan, jika dibandingkan saat LPS berdiri, tingkat suku bunga penjaminan tertinggi yakni di level 16,5% pada 2005, sedangkan pada 5 tahun terakhir adalah hanya 7,75% pada periode Juni 2014 hingga September 2015.

    Tantangan berikutnya adalah mengenai peningkatan kinerja portability di tengah terjadinya peningkatan operasional  persaingan bisnis bukan hanya bersumber dari sesama industri keuangan namun juga dengan kehadiran industri fintech.

    Untuk itu kata dia, LPS yang hadir sebagai lembaga penjaminan harus mampu memberikan kepastian, untuk itu pihaknya selalu terbuka menerima masukan dan berkomunikasi dengan pemangku kebijakan (stakeholder) untuk perbaikan kinerja pihaknya. Pada kesempatan itu, dia juga berharap agar forum diskusi yang digelar tersebut dapat berlangsung dengan baik dan bermanfaat bagi semua pihak.

    Keynote Speaker sekaligus Asisten Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta mengatakan tahun 2018 genap satu dekade sejak terjadinya krisis keuangan global. Ini menjadi pelajaran bagi semua bahwa stabilitas sistem keuangan  merupakan pondasi yang penting bagi perekonomian. Sistem yang tidak stabil dapat menggambarkan  perkembangan ekonomi dan terjebak dalam krisis keuangan.

    Bank Indonesia telah banyak mengeluarkan kebijakan kebijakan, seperti melakukan perubahan suku bunga acuan, menerbitkan suku bunga uang yang kompetitif dengan negara tetangga.

    “Permasalahan kedepannya tidak bisa diselesaikan jika institusi  otoritas yang bertanggung jawab tidak bergandeng tangan, tantangan ini hanya bisa dilewati jika ada kolaborasi antar lembaga,” katanya.

    Dengan digelarnya seminar nasional tersebut diharapkannya bisa meningkatkan semangat kolaborasi dan menambah wawasan masyarakat terkait dengan tugas BI dan LPS dalam menjaga sistem keuangan.

    Sementara itu, seminar Nasional ini dihadiri jajaran bank Indonesia dan juga stakeholder terkait.(Mahbubah Lubis)

     

    Apa Tanggapan Anda?