BKKBN Fokus Tuntaskan Masalah Stunting

24

EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki tugas untuk memberikan penyuluhan bagi orangtua dan anggota keluarga lainnya untuk mengasuh dan membina tumbuh kembang balita.

Hal itu dikatakan Sekretaris Utama (Sektama) BKKBN, Nofrijal pada Jumat (10/5/2019) pada kegiatan “Pembinaan Aparatur Sipil Negara Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara didampingi sekretaris Perwakilan BKKN Provinsi Sumut, Yusrizal Batubara.

Nofrijal menambahkan bahwa BKKBN memiliki banyak agenda termasuk dalam hal penurunan kasus stunting.

“Tugas BKKBN dalam penurunan balita stunting ini lebih kepada pengasuhan keluarga. Membuat program peningkatan keterampilan orang tua dalam mengasuh anaknya, terutama mengkampanyekan pendewasaan usia menikah, juga mengedukasi masyarakat terutama perempuan untuk perencanaan kehamilan,” ungkapnya.

Menurutnya salah satu penyebab utama stunting karena ketidaktahuan orangtua terutama pada ibu hamil dan bersalin tentang pentingnya gizi untuk anak-anaknya.

“Nah, ketidaktahuan inilah yang menjadi masalah. Sampai saat ini di Indonesia masih ada 1 dari 3 anak yang masih stanting meskipun angka itu berubah dari 2016-2017.  Melihat kondisi itu sehingga BKKBN ingin komitmen menuntaskan stanting tersebut,” terangnya.

Pria Lulusan master of counseling and guidance di New Mexico Highlands University ini menjelaskan salah satu peran BKKBN untuk memberikan sosialisasi dan pengetahuan kepada orang tua tentang stanting.

“Mengenai kasus stunting sekarang sudah dikeroyok rame-rame di bawah kepemimpinan Wapres Jusuf Kalla dan harus turun di bawah 20% pada RPJM Tahun 2015-2019,” tegasnya.

Dikatakanya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam stanting yaitu  penyebabnya.

“Pertama mengenai infrastruktur di lingkungan atau di pedesaan terutama infrastruktur yang kurang mendukung seperti sanitasi. Kedua pengetahuan orangtua balita supaya terhindar dari stanting atau ilmu dan keterampilan orang tua. Disinilah peran BKKBN untuk memberikan sosialisasi dan pengetahuan kepada orang tua tentang stanting sehingga anak-anak mereka terhindar stanting,” tandasnya.

Sementara itu, pembinaan ASN di lingkup BKKBN provinsi Sumatera Utara ini juga dihadiri oleh Sofyan Rangkuti selaku Kabid Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi (KBKR) serta jajaran ASN di lingkup BKKBN provinsi Sumut.(mahbubah Lubis)

 

Apa Tanggapan Anda?