Home / SUMUT / BKKBN Provsu Monitoring Pelayanan KB di Dairi dan Pakpak Barat

BKKBN Provsu Monitoring Pelayanan KB di Dairi dan Pakpak Barat


Edisimedan.com, Dairi- Setelah melakukan monitoring kesejumlah kabupaten/Kota diantaranya Deliserdang dan Kota Medan, BKKBN Perwakilan Provinsi Sumatera Utara kembali melakukan monitoring pelayanan KB. Kali ini monitoring dilakukan di Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Barat pada Rabu, (25/11/2020)

Dalam kesempatan itu, tim terdiri dari Ny. Arjuna dari PKK Provsu, Wiwik Afrida, Kasubbid Kespro BKKBN Provsu, Novita Saragih, Kasi KIE dan advokasi Dinas PP dan KB Sumut, Meny Sri M. Saragih, Staf Seksi Kesga dan Gizi Dinkes Sumut serta Clara dan Karina, Staf Subbag Umum dan Humas.

“Kali ini kita melakukan monitoring di 2 kabupaten yakni Kabupaten Dairi dan Pakpak Barat. Disini kita melihat jenis kontrasepsi yang digunakan oleh masyarakat masih dominan jenis suntik dan spiral sedangkan Iud masih minim. Monitoring kita ini juga sehubungan dengan kegiatan pergerakan bulan bakti kesatuan pkk-kb kes 2020 yang dilaksanakan sejak 23 sampai 27 November 2020,” ungkap Ny. Arjuna usai monitoring di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Dairi.

Baca Juga:  Asyik Main Leng, 5 Warga Karo ‘Dicomot’ Polisi

Di dua kabupaten yang dikunjunginya itu, hasil monitoring bahwa pelayanan KB berjalan dengan baik meski ada beberapa sejumlah pelayanan yang terpaksa tertunda dikarenakan terdampak covid-19 seperti di Pakpak Barat.

Sejauh ini dikatakannya sesuai target yang diberikan di setiap kabupaten itu, baru 50 persen capaiannya. Ini dikarenakan pekan KB belum selesai dan masih ada waktu kader kader menjaring akseptornya.

“Kita mengharapkan pelayanan KB tidak drop-out karena jika terjadi maka akan terjadi kegagalan. Sehingga dalam hal ini yang perlu ditingkatkan adalah konselingnya. Agar masyarakat menjadi tau apa manfaat dan efek dari ber-KB,” ucapnya lagi.

Ia juga menghimbau para kader atau penyuluh terus menggerakkan dan menghayokan untuk mau perduli kepada dirinya karena ber-KB ini ada kaitannya dengan kesehatan bagaimana agar menjarangkan kehamilan begitu juga agar-alat reproduksi sehat dan bisa mengasuh anak dengan baik.

Baca Juga:  Dituding Terpidana, Anggota DPRD Labuhanbatu Polisikan Aktivis

Pada monitoring itu, Anita Herawaty Tumanggor,SKM Kepala Bidang Keluarga Berencana Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Dairi memaparkan target akseptor mereka adalah 4002 akseptor. Ia optimis tercapai terutama KB implan, karena peminatnya cukup tinggi.

Namun dikatakannya, karena situasi masih covid-19, ia mengaku terkendala karena pelayanan KB tidak bisa dilakukan serentak seperti tahun lalu. Pelayanan dilakukan secara bergantian guna menghindari kerumunan.

“Disini kita ada 15 kecamatan dan 18 puskesmas untuk melayani KB. Selain kendala situasi masih covid-19, Kendala kami di pelayanan ini masyarakat tidak punya transport ke faskes, jadi kami mengusulkan mobil pelayanan untuk antar jemput akseptor,” ucapnya.

Dan sejauh ini pihaknya sudah mengajukan mobil pelayanan yang mana standardnya satu kabupaten satu mobil. Ia juga menyebutkan untuk target akseptor KB baru tahun 2020 yakni 6 ribuan dan sudah terealisasi sebanyak 4 ribuan. Ia optimis sampai akhir tahun tercapai 100 persen dengan terus menghayokan mengajak masyarakat ber-KB.

Baca Juga:  Nur Aisyah, Bocah Lumpuh Layu dari Madina yang Bercita-Cita jadi Dokter

Sementara itu, monitoring ini dikatakan
Wiwik Afrida, Kasubbid Kespro BKKBN Provsu, merupakan agenda tahunan untuk melihat pencapaian program-program peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program kependudukan, KB dan, pembangunan keluarga serta pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. (Bd)

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up