Home / MEDAN TODAY / Bobby Nasution Harus Kerja Keras Hadapi Petahana, Anggota Dewan Titip Penyelesaian Islamic Center

Bobby Nasution Harus Kerja Keras Hadapi Petahana, Anggota Dewan Titip Penyelesaian Islamic Center


EDISIMEDAN.COM, MEDAN – Sebagai penantang di Pilkada Medan 2020, Muhammad Bobby Afif Nasution memang semestinya mengusung visi yang kuat bersentuhan dengan keinginan warga. Sebab, sosok milenial ini kemungkinan besar akan berhadapan dengan calon petahana, Akhyar Nasution.


“Kelihatannya dia (Bobby Nasution) akan bertarung dengan calon petahana. Peluang masing-masing saya lihat 50:50. Petahana sudah dikenal masyarakat. Sebagai pimpinan, sebelum resmi mencalonkan diri, dia (Akhyar) berkewajiban menggerakkan organisasi perangkat (pemerintahan),” ungkap mantan birokrat Kota Medan, Hasan Basri, baru-baru ini. 


Sepengamatan mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan ini, langkah-langkah yang dilakukan Bobby Nasution sudah tepat. Dia merumuskan visi #KolaborasiMedanBerkah yang kemudian disambut positif kalangan akar rumput maupun kelompok-kelompok pemikir.


Sebagaimana diketahui, belum lama ini sejumlah organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah berkesempatan mendengar langsung paparan Bobby Nasution dalam mempersiapkan pemerintahan kolaboratif (collaborative government). Pada pertemuan di kawasan Letda Sudjono itu, Wakil Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini menyatakan akan mengonsolidasi potensi semua pihak, termasuk kalangan milenial, untuk membangun Kota Medan dengan kerja-kerja kolaboratif.

Baca Juga:  Polda Sumut Amankan 3 Kg Sabu dari Komplek J City


Visi dari penyandang gelar S-2 Institute Pertanian Bogor (IPB) ini sontak disambut positif kalangan ortom Muhammadiyah. Bahkan, Ikatan Pelajar Muhammadiyah langsung menyebut visi itu sebangun dengan gerakan mereka selama ini.  “Bobby sebagai menantu Presiden perhitungannya juga tinggi. Apalagi mobilitasnya tinggi dalam mendekati masyarakat,” tambah Hasan Basri menyoal apa yang telah dikerjakan Bobby Nasution jelan Pilkada 2020.


Menurut dia, wajar jika visi Bobby Nasution direspon positif oleh masyarakat. Sebab, visi tersebut memang dirumuskan sesuai dengan kepentingan masyarakat, sebagai sebagai alat atau proxy dalam menghadapi petahana.


Hasan Basri menjelaskan, jalan petahana dalam kontestasi politik biasanya akan lebih mudah. Sebab, sebelum pertarungan dimulai, petahana bisa menggerakkan aparatur. Sementara, Bobby tidak mungkin melakukan itu.


Politisi Hanura, Hendra DS di kesempatan terpisah mengungungkapkan hal senada. Sebagai penantang dan kandidat berusia muda, Bobby Nasution menurutnya memang mesti punya visi kuat. Dia harus membuat program yang punya pengaruh kuat ke masyarakat.

Baca Juga:  Sebanyak 14 Ribu Jemaat Hadiri Pra Natal Nasional di GBI Rumah Persembahan Jamin Ginting


Sebagai individu yang masih fresh, lanjut Hendra, Bobby Nasution dihadapkan pada besarnya harapan warga Medan. Khususnya, tentang penanggulangan banjir, kemacetan, biaya pendidikan dan kesehatan. 


“Bobby juga diharapkan dapat merangkul dan berkolaborasi dengan semua jaringan kelompok, tidak hanya milenial,” jelasnya.
Hendra pun menitipkan pesan masyarakat yang ia tangkap, yakni menghadirkan Islamic Center di Kota Medan.

Menurutnya, fasilitas ini merupakan dambaan warga sejak 10 tahun lalu.
“Bobby harus berani berjanji, saat menjadi Walikota Medan akan siapkan itu (Islamic Center),” tutur tokoh Jawa yang duduk di DPRD Medan periode ini.


Selain itu, kata Hendra, Bobby harus menunjukkan kekuatan aksesnya ke pemerintah pusat. “Sekarang ini Bobby tidak bisa berleha-leha, tidak bisa bekerja ringan. Harus bekerja keras,” pungkasnya.


Sementara itu Edy Syahputra, kader Muhammadiyah yang saat ini duduk di DPRD Medan, menegaskan Bobby Nasution harus terus bergerak merebut hati warga.

Baca Juga:  Satu Lagi Positif Corona di Medan Meninggal Dunia

“Pertemuan harus diintensifkan. Suku etnis dan persadaan harus didekati. Begitu juga tokoh-tokoh masyarakat,” tutur Sekretaris KNPI Kota Medan ini.


Bobby pun dituntut menunjukkan inovasi dan kreasinya. Lantaran, Edy melihat petahana selama ini tidak memiliki inovasi dan kreasi dalam memimpin.


“Saya khawatir melihat kondisi hari ini, petahana tidak ada mengambil langkah-langkah exstraordinary (luar biasa). Sekarang, Medan butuh pemimpin yang bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan orang lain. Kita harap Bobby bisa menjawab hal ini,” tandasnya.(Mahbubah Lubis)

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up