Bongkar Pasang Papan Reklame Depan Kantor Walikota, Kok Bisa?

1
271
BONGKAR. Satpol PP Kota Medan kembali membongkar papan reklame bermasalah di Kota Medan, Minggu (12/11) malam sampai Senin (13/11) pagi. Sebanyak 2 unit papan reklame dibongkar. Selain tidak memiliki izin, pembongkaran dilakukan karena lokasi papan reklame didirikan masuk dalam 13 ruas zona terlarang.

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Petugas Satpol PP Kota Medan melakukan pembongkaran papan reklame bermasalah tak jauh dari kantor Walikota Medan, tepatnya Jalan Balai Kota simpang Jalan Raden Saleh, Senin (13/11/2017) pagi.

Padahal, menurut Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan, dua minggu lalu, papan reklame itu sudah dibongkar. Pembongkaran dilakukan karena lokasi papan reklame didirikan masuk dalam 13 ruas zona terlarang.

“Ternyata pemilik papan reklame kembali mendirikannya sehingga kita bongkar kembali,” tegasnya.

Sofyan me-warning keras pemilik papan reklame agar tidak mencoba-coba mendirikan kembali papan reklame yang sudah dibongkar. Sebab, mereka tidak akan mentolerir sedikit pun. Begitu diketahui didirikan kembali di lokasi semula, papan reklame tersebut langung dibongkar.

“Jangan sampai rugi dua kali, sebab seluruh material papan reklame yang kembali kita bongkar langsung disita dan menjadi milik Pemko Medan. Untuk itu saya ingatkan kepada pemilik papan reklame supaya berpikir dua kali. Kalau mau mendirikan papan reklame, urus izin terlebih dahulu dan dirikan di lokasi yang telah ditetapkan sesuai dengan peraturan berlaku,” pesannya.

Selain pembongkaran di Jalan Raden Saleh, tim Satpol PP Kota Medan juga membongkar papan reklame reklame bermasalah lainnya di Jalan Juanda.

BACA JUGA
18 Papan Reklame Centre Point Jalan Jawa Ilegal

Dua papan reklame itu dibongkar dengan menurunkan 60 personel Satpol PP, didukung 15 petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, jajaran kecamatan sebanyak 15 petugas serta didukung 60 personel dari Polrestabes Medan.

Tari (24), karyawati yang bekerja di sekitar Jalan Raden Saleh saat dimintai komentarnya mengenai pembongkaran reklame tersebut mengaku senang. Menurutnya, Kota Medan terlalu penuh dengan tiang-tiang reklame dan merusak keindahan kota.

Namun dia mengaku heran, mengapa papan reklame yang tak jauh dari kantor Walikota dan DPRD Medan itu terkesan seperti bongkar pasang.

“Kalau memang tidak boleh, kenapa kemarin pas dipasang tidak ada yang melarang. Padahal kan dekat dari kantor walikota. Kayak bongkar pasang gitu jadinya,” cetus Tari.

13 Ruas Jalan Kota Medan Terlarang untuk Papan Reklame
Sebagaimana diketahui, 13 ruas jalan di Kota Medan terlarang untuk papan reklame. Ini dilakukan untuk menata wajah Kota Medan.

Ke-13 jalan yang sudah ditentukan tersebut berada di empat kecamatan, yakni Kecamatan Medan Petisah, Medan Kota, Medan Timur dan Medan Barat.

Di Kecamatan Medan petisah, kawasan terlarang untuk papan iklan berada di Jalan Jendral Gatot Subroto, simpang tugu SIB sampai ke sekolah Panca Budi dan sekitar Jalan Sekip.

untuk Kecamatan Medan Kota, berada di kawasan Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Halat.

Kemudian sepanjang Jalan Gaharu, Jalan Jawa (Jalan Irian Barat), Jalan Prof HM Yamin dan di Jalan Cemara, untuk Kecamatan Medan Timur. Sedangkan Kecamatan Medan Barat, sepanjang Jalan Balaikota, Jalan Putri Hijau, Jalan Adam Malik lalu Jalan Guru Patimpus. [ded]

Apa Pendapat Anda?