Home / SUMUT / BPS Sumut Mutakhirkan Diagram Timbang IHK dan NTP Tahun Dasar 2018

BPS Sumut Mutakhirkan Diagram Timbang IHK dan NTP Tahun Dasar 2018


EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali dimuktahirkan. Mulai tahun 2020, data didapatkan dari survei dengan tahun dasar 2018. Diharapkan, data yang lebih relevan bisa didapatkan.

“Perubahan ini dilakukan karena memang ada perubahan pola konsumsi daripada masyarakat. Setiap 5 tahun sekali pemuktahiran kita lakukan,” jelas Kabid Statistik Distribusi BPS Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Dinar Butar- butar dalam Sosialisasi Pemuktahiran Diagram Timbang IHK dan NTP Tahun Dasar 2018 di Kantor BPS Sumut, Kamis (30/1/2020).

Jika tahun sebelumnya menggunakan diagram tahun dasar 2012, pada tahun ini telah digunakan diagram timbang tahun dasar 2018. Dia mengungkapkan, pemuktahiran paket komoditas yang dikonsumsi oleh masyarakat maupun oleh petani, serta survei petani mengikuti perkembangan metodologi sesuai standar internasional serta perubahan struktur di sektor pertanian.

Baca Juga:  BPBD Bantah Wakapolres Labuhanbatu Ditemukan Meninggal

“Dengan pemuktahiran tahun dasar ini kita gunakan adalah untuk nilai tukar petani menggunakan survei daripada perilaku petani, kemudian untuk inflasi kita menggunakan Survei Biaya Hidup (SBH) 2018. Kota IHK pun ditambah menjadi lima. Jika sebelumnya kota IHK hanya Medan, Sibolga, Padang Sidempuan, dan Pematangsiantar, pada tahun dasar 2018, ditambah Gunungsitoli. Ini akan kita gunakan sampai 5 tahun kedepan,” ujarnya.

Gunungsitoli, sambungnya, menjadi kota IHK lantaran pola konsumsi dan letak geografis di kawasan ini cukup berbeda dari daerah lain. “Dengan Sibolga pun beda pola konsumsinya. Semua produk masih didatangkan dari luar, kecuali ikan basah. Jadi pemerintah daerah kesulitan menghitung inflasi di daerah ini,” terang dia.

Begitu juga dengan komuditas. Ada beberapa komuditas yang dulunya masuk dalam 20 komuditas utama, sudah keluar. Diantaranya di kota Medan biaya pembelian VCD dan telepon umum. Dimasukkan antaranya biaya taksi online.

Baca Juga:  Jasa Keuangan Menjadi Formula BPS untuk Dapatkan NTP di Tahun 2020

“Seperti di kota Medan, ada 378 komuditas yang dipantau. Namun 20 komuditas utama biasanya sangat mempengaruhi inflasi,” ungkapnya.

Dijelaskan, pemuktahiran tahun dasar ini dilakukan lantaran ada perubahan pola konsumsi masyarakat. Diantaranya, pada tahun 2012, tekhnologi untuk akses internet masih terbatas. “Umumnya masih menggunakan personal komputer atau warnet. Sekarang, internet sudah mudah diakses semua orang melalui handphone. Terbukanya akses informasi masyarakat ini, menyebabkan perubahan pada pola konsumsi masyarakat,” katanya.

Ketika pola konsumsi berubah, lanjut dia, perlu dilakukan pemuktahiran paket komoditas yang dikonsumsi masyarakat agar usai penghitungan, angka inflasi lebih relevan.

Dibeberkan Dinar, penyesuaian metodologi sesuai standar internasional juga dilakukan agar angka inflasi yang dihasilkan sesuai dengan panduan penghitungan inflasi internasional. Makanya, dilakukan penyempurnaan penghitungan sesuai buku manual yang diterbitkan United Nation (UN).
“Ada dua buku manual yang diupdate oleh UN yaitu Buku Klasifikasi COICOP 2018 dan Consumer Price Index Manual Concepts and Methods 2019,” terang dia.

Baca Juga:  Idaham Dan Lisa Andriani Saksikan Penyembelihan Hewan Qurban DPC PDI - Perjuangan Binjai

Kemudian dalam pemuktahiran diagram timbang, selain paket komuditas yang dimuktahirkan,persentase pengeluaran masyarakat untuk membeli barang/jasa terhadap total pengeluarannya perlu dimutakhirkan juga.

Struktur sektor pertanian dalam 5 tahun juga mengalami perubahan baik pada subsektor Tanaman Pangan, Hortikultura, Tanaman Perkebunan, Peternakan dan Sektor Perikanan. (Mahbubah Lubis)

 

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up