Buni Yani Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara, Namun Tidak Ditahan

0
946
VONIS. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara kepada Buni Yani dalam kasus pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip), Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017) sore.

EDISIMEDAN.com, BANDUNG – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara kepada Buni Yani dalam kasus pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip), Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017) siang.

Dalam putusannya itu, majelis hakim yang diketuai M Saptono menvonis Buni Yani selama 1 tahun 6 bulan. Meski diputus bersalah, namun mejelis hakim tidak menjatuhkan putusan untuk menahan Buni Yani.

“Menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan pidana. Menimbang bahwa selama persidangan tedakwa tidak ditahan, tidak cukup alasan untuk ditahan, maka terdakwa tidak ditahan,” kata Ketua majelis hakim M Sapto dalam pembacaan putusannya, di PN Bandung, Jalan Riau, Selasa (14/11/2017).

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa. Dalam sidang pada 3 Oktober lalu di tempat yang sama, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin Andi M Taufik menuntut Buni Yani dengan dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Hakim menilai Buni terbukti melawan hukum dengan mengunggah video di akun Facebook-nya tanpa izin Diskominfomas Pemprov DKI. Postingan itu berupa potongan video pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tanggal 27 September 2016, yang diunggah di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta.

Perbuatan Buni Yani dinilai memenuhi unsur pasal 32 ayat 1 dan pasal 28 ayat 2 UU ITE melakukan ujaran kebencian serta mengedit isi video pidato Ahok.

Hal yang memberatkan menurut hakim adalah perbuatan terdakwa telah menimbulkan keresahan dan tak mengakui kesalahannya dan hal yang meringankannya adalah Buni Yani belum pernah dihukum dan punya tanggungan keluarga.

Menanggapi putusan tersebut, Buni Yani melalui penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Awalnya, Buni Yani dan penasehat hukum yang dimintai hakim tanggapan vonis itu menyatakan akan banding. Namun ketika salah seorang penasehat hukum kembali bertanya soal status apakah Buni Yani ditahan atau tidak, akhirnya penasehat hukum menyatakan pikir-pikir. [ded]

Apa Pendapat Anda?