Cabuli 7 Muridnya, Guru SD di Tapsel Diciduk Polisi

297
Polres Tapanuli Selatan akhirnya meringkus KH, oknum guru SD negeri di Desa Huraba, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang dilaporkan telah mencabuli 7 muridnya. Penangkapan terhadap KH setelah penyidik menetapkan dirinya sebagai tersangka kasus pencabulan. [foto istimewa]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Polres Tapanuli Selatan akhirnya meringkus KH, oknum guru SD negeri di Desa Huraba, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang dilaporkan telah mencabuli 7 muridnya.

Penangkapan terhadap KH setelah penyidik menetapkan dirinya sebagai tersangka kasus pencabulan.

“Tersangka dibekuk dari kediamannya di Desa Pintu Langit Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu pada Senin kemarin,” ujar Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Ismawansa melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Tapsel, Iptu Happy MS, Rabu (31/1/2018).

Iptu Happy MS mengatakan saat penangkapan, tersangka tidak melakukan perlawanan. Dia pasrah saat diboyong ke Mapolres Tapsel untuk diperiksa.

“Saat diperiksa tersangka sama sekali tidak membantah kalau dirinya sering mencium dan memeluk muridnya,” ungkapnya.

Namun dihadapan penyidik, tersangka menyebutkan perbuatannya itu hanya menunjukkan bentuk kasih sayang seorang guru terhadap muridnya. Perbuatan itu juga kata tersangka untuk menyemangati para murid.

“Alibi dia, kalau cium dan peluk itu menunjukkan kasih sayang kepada muridnya supaya lebih giat lagi belajar. Sampai saat ini korbannya ada 7,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

Namun kata Happy, tindakan yang dilakukan KH tersebut dinilai telah menyimpang. Penyidik menjeratnya dengan Pasal 81 subs 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“ancaman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Sekedar mengingatkan, aksi pencabulan yang dilakukan KH terkuak usai salah seorang korbannya, sebut saja Melati mengadu kepada orangtuanya kalau dirinya dicium dan
kemaluannya dipegang KH.

Sontak, mendengar pengakuan anaknya yang masih duduk dibangku kelas 3 SD tersebut, sang orang tua tersebut pun kemudian menanyakan kepada teman-teman anaknya.

Alangkahterkejutnya dia kala itu, pasalnya dengan polosnya anak yang ditanyanya
tersebut juga mendapat perlakuan yang sama oleh KH. Tak pelak, atas dasar itu para orang tua siswi SD Negeri di Huraba berbondong-bondong mendatangi Polres Tapsel guna melaporkan kejadian tersebut. [ska]

Apa Tanggapan Anda?