Camat Medan Kota Sosialisasikan Tentang KDRT Ke Warganya 

9

EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT) adalah tindakan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik oleh suami, istri, maupun anak yang berdampak buruk terhadap keutuhan fisik, psikis, dan keharmonisan. KDRT kerap berdampak negatif dan paling besar berdampak pada anak. Untuk meminimalisir KDRT, Kecamatan Medan Kota menggelar sosialisasi tentang tindakan KDRT di masyarakat melalui kader PKK dan Ibu-Ibu Kepala lingkungan di wilayah kecamatan Medan Kota pada Rabu (20/11/2019)

 
 
“Kita berharap dengan adanya sosialisasi ini para peserta bisa menularkan  kepada masyarakat yang ada dilingkungan tempat tinggalnya. Karena yang hadir pada acara kegiatan sosialisasi ini setidaknya adalah orang yang ada kepentingan di tengah masyarakat yang bisa menyampaikan dan menghimbau apa yang disampaikan pada acara tersebut,” ungkap Camat Medan Kota,
Tengku Chairuniza,S.Sos
Dikatakan narasumber pada kegiatan sosialisasi itu  dari Dinas Perempuan dan Anak Kota Medan, Polsek Medan kota  dan Camat Medan Kota. Hal penting yang disampaikan pada kegiatan itu di katakan Tengku Chairuniza, S.Sos,  khusus pihaknya dengan adanya sosialisasi  ini bagaiman bisa meminimalisir kekerasan dalam rumah tangga yang diketahui korbannya kebanyakan adalah kaum perempuan dan anak.
“Peserta inilah kita harapkan bisa menjabarkan kemasyarakatannya yang  pada bulan ini berdasarkan catatan pihak Polsek Medan kota dalam sebulan ini sudah ada 4 kasus KDRT,” katanya.
Diakuinya jumlah kekerasan rumah tangga yang disebutkan pihak Polsek itu terbilang rendah namun iya meyakini sebenarnya masih ada juga yang mengalami kekersan namun tidak sampai melapor ke pihak kepolisian melainkan diselesaikan di tingkat Babinsa, lurah atau kepala lingkungan. ” Sosialisasi ini juga dibuat agar ada pembelajaran,” ungkapnya.
Disebutkannya kekerasan rrumah tangga ini tidak mengenal usia, bisa tua muda sehingga itulah perlu dilakukan sosialisasi untuk meminimalisir karena kekerasan rumah tangga ini selalu berujung pada pemukulan, dan kekeran fisik lainnya. “Hal yang paling dikhawatirkan juga jika terjadi kekerasan rumah tangga dampak negatifnya juga dirasakan anak,” ungkapnya.
Sementara itu, pada kegiatan itu, dikatakannya juga dibeberkan aturan dan hukuman bagi pelaku tindak kekerasan   tangga sehingga berfikir seribu kali untuk melakukan kekerasan rumah tangga. (Mahbubah Lubis)

Apa Tanggapan Anda?