Home / MEDAN TODAY / Cara Pengelola Tempat Hiburan di Medan Hindari Razia Selama Ramadan

Cara Pengelola Tempat Hiburan di Medan Hindari Razia Selama Ramadan


Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan menggelar razia tempat hiburan selama bulan Ramadan.

EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan menggelar razia tempat hiburan selama bulan Ramadan. Razia ini tindaklanjut dari Surat Edaran Wali kota Medan No 503/5838 tanggal 2 Juni 2016 tentang pelarangan tempat usaha hiburan dan rekreasi untuk tidak melaksanakan kegiatan pada hari besar keagamaan.

Penertiban ini dilakukan setelah tim terpadu yang terdiri dari unsur Denpom I/5, Polresta Medan, Kodim 0201/BS, Satpol PP dan instansi terkait.

Sejumlah tempat hiburan, mulai karaoke dan spa didapati tetap membandel karena masih saja beroperasi selama bulan Ramadan. Banyak cerita lucu dan unik saat tim  terpadu merazia tempat hiburan tersebut. Syukurnya, Plt Kadisbudpar Kota Medan, Hasan Basri yang memimpin razia bukan orang yang gampang dibodohi.

Maka, kisah kucing-kucingan antara pemilik tempat hiburan dengan petugas, sampai pasangan bukan pasutri yang kepergok berduaan di kamar sebuah hotel mewarnai razia penerapan SE Walikota tersebut.

Baca Juga:  Panwascam Membantah Panwaslu Medan Lakukan Pungli untuk Berbuka Puasa

Saat merazia Zengarden Family Spa Jalan S Parman Rabu (22/6), misalnya. Plt Kadisbudpar Kota Medan, Hasan Basri yang memimpin razia nyaris dikadali oleh seorang wanita berdarah Tionghoa yang diduga sebagai kepercayaan pemilik Zengarden.

Dia membantah Zengarden Family Spa beroperasi. “Kami tidak beroperasi pak, kami buka hanya untuk memberikan trainning kepada para pekerja,” jelas wanita tersebut.

Namun setelah Hasan mengecek satu persatu ruang, indikasi tempat itu beroperasi cukup kuat. Selain ditemukan dua pelanggan, sejumlah tempat pijat pun terlihat acak-acakan dan ditemukan handphone dan beberapa pakaian.

Sebelumnya, saat melintas depan Zengarden Family Spa, Hasan pun nyaris tekecoh. Sebab, pemilik spa sengaja memalang bangku kayu kosong di depan halaman masuk, sedangkan di depan pintu dibuat bacaan closed.

Jika dilihat sepintas, orang beranggan spa tersebut tutup. Namun Hasan tidak terkecoh, sebab ia curiga melihat sejumlah mobil parkir di halaman depan spa tersebut.

Baca Juga:  Ribuan Jemaah Hadiri Perayaan Tahun Baru Islam di Medan

BACA JUGA:
Beroperasi di Bulan Puasa, Disbudpar Medan Tutup Tempat Spa dan Karaoke

Ketika merazia Xing-Xing Foodcourt & Karaoke di Jalan Baru, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Kamis (23/6/2016) malam tadi, petugas juga hampir terkecoh.  Soalnya lampu-lapu sudah dimatikan, namun ternyata di dalam ramai pengunjung yang tengah asyik meneguk minuman beralkohol.

Ditanya izin, seorang wanita yang mengaku kasir dengan jujur mengatakan tidak ada. Dan mereka selama Ramadan, Xing-Xing tetap beroperasi mulai pukul 20.00 sampai 00.00 WIB.

Yang menarik ketika tim melakukan razia di Hotel Istana di Jalan Juanda, Medan.  Saat melintasi depan Istana Hotel, Hasan sedikit curiga.  Dia selanjutnya memerintahkan tim terpadu untuk mengecek panti pijat yang ada dalam hotel.  Kecurigaan ini dipicu karena depan hotel dipasang spanduk yang menyatakan panti pijat tutup selama bulan puasa.

Baca Juga:  Disnoker Tebingtinggi Santuni 700 Anak Yatim

Baik kasir maupun petugas resepsionis mengatakan  panti pijat tidak beroperasi. Hasan tidak langsung percaya, dia membawa beberapa anggotanya untuk mengecek kamar-kamar yang dijadikan tempat pijat dilantai dua ditemani salah seorang pria yang mengaku petugas resepsionis.  [BACA HALAMAN SELANJUTNYA–>]

Terkait


Berita Terbaru