Home / MEDAN TODAY / Catat! Bank Dilarang Menolak Penukaran Uang Lusuh

Catat! Bank Dilarang Menolak Penukaran Uang Lusuh


Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, perbankan harus menerima uang lusuh dari masyarakat, dan bank tersebut dapat menukarkannya di BI, sehingga uang tersebut tetap layak edar.

EDISIMEDAN.com, JAKARTA – Menghindari uang asing yang masih beredar di Indonesia khususnya daerah perbatasan, Bank Indonesia (BI) gencar mengedarkan uang rupiah (kertas dan logam) sampai ke pelosok daerah perbatasan Indonesia.

Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan hal itu pada pembukaan “Temu Wartawan Daerah” di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta Senin (10/10/2016).

Acara berlangsung akrab dihadiri Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah Sumatera Utara Difi Ahmad Johansyah, Deputi Direktur Departemen Komunikasi BI Andiwianan S dan 220 wartawan daerah dari 24 kota di Indonesia.

Mirza mengatakan, media adalah sebagai komunikator Bank Indonesia untuk dapat menyampaikan setiap kebijakan tentang peredaran uang kepada masyarakat di Indonesia.

Disebutnya, BI akan selalu melakukan koordinasi setiap ada kebijakan tentang peredaran rupiah kepada masyarakat melalui media, sehingga awak media harus benar-benar paham tentang pengertian dan tujuan peredaran rupiah tersebut, agar tidak salah sampai kepada masyarakat.

Baca Juga:  Wali Kota Ikuti Exit Meeting Assessment GCG PT KIM

Selain menyangkut peredaran rupiah, katanya, tentang uang kertas, logam dan non tunai, Bank Indonesia dalam sistem pembayaran juga berperan melakukan perencanaan untuk mencetak uang kertas maupun logam.

Perum Peruri khusus mencetak uang kertas dan logam setelah menerima order dari Bank Indonesia. Sebelumnya BI konsultasi dulu dengan Kementerian Keuangan.

Setelah uang dicetak dan diterima, sebutnya, BI berkewajiban mengedarkan uang tersebut ke masyarakat di seluruh Indonesia. Bahkan, uang yang tak layak edar juga adalah menjadi tugas wajib BI. Jadi perbankan harus menerima uang lusuh dari masyarakat, dan bank tersebut dapat menukarkannya di BI, sehingga uang tersebut tetap layak edar.

“Bank harus mau menerima uang lusuh dari masyarakat untuk kemudian ditukarkan ke BI. Jangan ada bank menolak uang lusuh” katanya.

“Uang rupiah yang sudah tak layak edar akan ditarik BI dan dimusnahkan dengan pengawalan yang ketat,” ungkap Mirza.

Baca Juga:  Gubernur Sebut Sumut Gudangnya Qori-Qoriah

Ia mengharapkan semua pihak di Indonesia ikut bekerjasama dalam peredaran uang hingga ke pelosok negeri, untuk tetap menggunakan uang rupiah.

Ia menambahkan kebijakan BI dibagi tiga yakni, moneter, sistem pembayaran dan makro prudensial atau stabiltas sistem keuangan (SSK).

Kedua tentang sistem pembayaran yang menyangkut peredaran rupiah menyangkut uang kertas, uang logam dan uang non tunai. “Sistem pembayaran ini adalah fungsi tradisional bank sentral,” katanya.

BI kerjasama dengan perbankan membuat kas titipan. Untuk itu BI mengedarkan uang biasanya bekerjasama dengan BPD(Bank Pembangunan Daerah), BRI dan Bank mandiri yang mempunyai kantor hingga ke pelosok wilayah.

Kemudian BI ada standar uang yang ada di masyarakat. Uang itu tidak boleh jelek, lusuh kualitasnya. Jangan uang dilipat-lipat. “Jadi BI melakukan sosialisasi agar masyarakat memelihara uang dengan baik,” katanya.

Baca Juga:  BI Perwakilan Sumut Gelar Pelatihan Dan Gathering Bersama Wartawan

BI ada dua diaudit BPK. Pertama audit khusus tentang peredaran uang dan pemusnahaan uang. Kedua audit tentang tugas dan hal-hal lain di BI. [nel|rel]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up