Home / KESEHATAN / Cegah Stunting, BKKBN Tingkatkan Kapasitas PRO PN 1000 HPK dan Mitra Kerja

Cegah Stunting, BKKBN Tingkatkan Kapasitas PRO PN 1000 HPK dan Mitra Kerja


EDISIMEDAN.com, MEDAN- Dalam rangka percepatan penurunan stunting, BKKBN Sumut melaksanan kegiatan-kegiatan peningkatan kapasitas bagi pengelola proyek prioritas nasional promosi pengasuhan 1000 HPK dan mitra kerja dalam rangka pencegahan stunting tahun 2021.

 

Acara ini dilaksanakan di Aula pertemuan Grand Mercure Medan dihadiri oleh Deputi Lalitbang BKKBN, prof Prof. drh. M.Rizal M Damanik, MRep.Sc, PhD, Plt Kepala Perwakilan Bkkbn Sumut Drs. sahidal kastri, M.Pd dan dr. Tuahman Purba,M.Kes, Sp.An, anggota DPRD Komisi C Prov. Sumatera utara serta diikuti oleh 82 peserta perwakilan pengelola PROPN Kabupaten/kota, Mitra Kerja baik di tingkat provinsi, Kabupaten/Kota, PLKB, TPP PKK, Kepala desa serta Ikatan penyuluh kb prov sumut. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 hari, 16 Februari-18 Februari 2021

Kegiatan ini diawali dengan laporan Rugun Simarmata selaku ketua panitia, dalam laporannya, Rugun sangat mengharapkan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta serta mengetahui langkah yang akan dilakukan untuk mempercepat penuruan stunting dan diterapkan dengan optimal di daerah masing-masing sehingga percepatan penurunan stunting mencapai target yang ditetapkan pemerintah
Selaras dengan laproan ketua panitia, Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Sahidal Kastri juga mengharapkan kegiatan ini memberikan dampak bagi masyarakat dan dapat mencapai target dalam penurunan stunting dalam tahun 2024 menajdi 14 %.

Baca Juga:  Rektor USU, Runtung Sitepu Positif Covid-19

Diharapkan kerjasama yang baik antara kepala daerah dan Perwakilan BKKBN Sumatera Utara untuk saling berkerjasama dalam upaya serta strategi dalam percepatan penuruan stunting.

Stunting ini akan dijadikan ukuran terselenggaranya program pemerintah daerah serta akan dimasukkan dalam LPPD (laporan penyelenggaraan pemerintah daerah ) yang akan dilaporkan setiap tahunnya dan akan dinilai di setiap daerah

“ Saya rasa ini menjadi PR yang besar bagi bapak dan ibu di daerah. Ini pasti akan dikejar oleh pimpinan didaerah, bagaimana upaya serta startegi setiap daerah dalam percepatan penurunan stunting yang disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing tapi tentu saja tidak mengabaikan pedoman rujukan yang pertama seperti 1000 HPK (Hari Pertma Kehidupan) sehingga dapat mencapai target yang telah ditentukan oleh presiden” kata Sahidal

Lebih lanjut, acara ini dibuka oleh Deputi Lalitbang, Prof. drh. M.Rizal M Damanik, MRep.Sc, PhD. Rizal. Dalam kesempatan kali ini, Rizal menyampaikan harapan bahwa kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan tidak hanya sekali, karena selama ini BKKBN selalu berfokus pada alat kontrasepsi sehingga isu tentang stunting terpinggirkan.

Baca Juga:  Harganas Ke-27, Walikota Binjai: Semua Keluarga di Binjai Ditargetkan Menjadi Akseptor KB

Dengan adanya pelaksanaan kegiatan seperti ini, para mitra BKKBN dapat mengerti tentang konsepsi stunting serta dapat diaplikasikan kepada setiap lapisan masyarakat dan penurunan stunting di setiap daerah tercapai.

“Diharapkan model kegiatan seperti ini dapat dilakukan tidak hanya sekali, karena selama ini BKKBN dan OPDKB begitu banyak berkiprah dalam spesifik alat konrasepsi tapi tentang stunting kurang terkespos, oleh karena itu model seperti harus berulang dengan mitra BKKBN yang strategis misalnya perguruan tinggi yang sudah melakukan apa dan bagaimana tentang stunting” harapnya.

Diketahui bahwa Stunting merupakan pertumbuhan yang terganggu akibat kurang gizi, tidak hanya pertumbuhan tulang sehingga badan menjadi tidak tinggi tapi seluruh organ tubuh juga terhambat.

Termasuk pertumbuhan sel otaknya. Ciri tanda seorang anak terkena stunting adalah pendek karena kekurangan kalsium sehingga sel tulang tidak cukup untuk pertumbuhan tulang paha, tulang pangkal dan tulang kaki dan hal ini terjadi sejak konsepsi sampai si bayi berusia 2 tahun.

Baca Juga:  RS Pirngadi Terima Alat Terapi Covid-19 dari Happy Dream

Stunting ini dapat dideteksi secara dini, pertama pada saat menimbang kehamilan berat badan ibu hamil, jika berat badan ibu tidak menunjukkan peningkatan dalam 2 kali penimbangan.

Hal ini harus dan patut dicurigai. Itu merupakan salah satu tanda dan para ibu dapat diarahkan dalam mengonsumsi makan bergizi serta pada saat bayi lahir, berat badan bayi kurang dari 2500gr.(red/foto:ist)

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up