Home / NEWS / Chairuman Harahap Simpan Uang Tunai Milyaran di Lemari Pakaian

Chairuman Harahap Simpan Uang Tunai Milyaran di Lemari Pakaian


Chairuman-Harahap-Bersaksi-di-Sidang-EKTP untuk terdakwa Setya Novanto, Kamis (1/2/2018). [edisimedan.com/breakingnews]

EDISIMEDAN.com, JAKARTA – Chairuman Harahap dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Kamis (1/2). Majelis hakim sempat mencecar mantan Ketua Komisi II DPR RI itu terkait uang tunai yang disimpan dalam lemarinya. Uang tersebut berjumlah miliaran rupiah.

“Ada titipan uang dan ada keterangan Anda uang itu hasil bisnis Anda,” tanya Hakim Ansyori Saifudin kepada Chairuman.

Chairuman tak bisa mengelak, dia mengaku uang tersebut berjumlah Rp 1,250 miliar. Menurut Chairuman, uang tersebut untuk investasi ke pasar modal.

Hakim kemudian mencecar kembali soal uang miliaran rupiah itu.

“Tapi yang menarik bahwa uang itu Anda simpan dan kelola di lemari di kamar tidur Anda, apa itu benar?” kata Hakim Ansyori.

Pertanyaan Hakim Ansyori tersebut sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik politikus Partai Golkar tersebut.

Baca Juga:  Tertibkan Rumdis, Prajurit Kodam I/BB Ringkus Tiga Pelaku Narkoba

Chairuman Harahap membenarkan hal tersebut dan mengakui uang itu berasal dari usaha kelapa sawit dan kepemilikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Iya benar pak,” kata Chairuman.

Hal tersebut kemudian membuat Hakim Ansyori merasa heran. Sebab, semua usaha milik Chairuman diketahui berada di Medan, Sumatera Utara.

Timbul pertanyaan, bagaimana uang dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 100 ribu dibawa secara tunai dari Medan ke Jakarta?

“Kan repot bawa uang tunai dari Medan, kenapa tidak transfer? Uang pecahan Rp 20 ribu berapa kardus Pak? Enggak muat lagi pakaian Bapak nanti di lemari,” kata Hakim Ansyori.

Kemudian Chairuman Harahap mengaku memang kerap bolak balik Medan-Jakarta untuk meninjau berbagai usahanya tersebut dan membawa keuntungannya.

Nama Chairuman Harahap, dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, disebut menerima aliran dana dari proyek e-KTP sejumlah USD 584.000 dan Rp 26 miliar.

Baca Juga:  Cak Imin Intruksikan Kader PKB Dukung Tengku Erry

BACA JUGA

Pada sidang kasus e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, Chairuman disebut Andi sempat meminta jatah 5 persen kepada Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Jatah 5 persen dari nilai proyek Rp 5,9 triliun tersebut diperuntukan untuk anggota Komisi II DPR. [ded]

sumber: liputan6.com
Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up