Home / / Curi Sepeda Motor, Pemuda Ini Tewas Diamuk Massa

Curi Sepeda Motor, Pemuda Ini Tewas Diamuk Massa


CURANMNOR. Jefri Pandapotan tewas diamuk massa karena mencuri sepeda motor Kawasaki Ninja biru dengan nomor polisi BK 6803 NAK milik Rico Putra Parhusip di Jalan Guru Sinumba, Helvetia Timur, Medan Helvetia, Selasa (2/5/2017) dinihari.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Jefri Pandapotan H Sihombing tewas diamuk massa karena mencuri sepeda motor Kawasaki Ninja biru dengan nomor polisi BK 6803 NAK milik Rico Putra Parhusip di Jalan Guru Sinumba, Helvetia Timur, Medan Helvetia, Selasa (2/5/2017) dinihari.

“Pelaku tewas tadi pagi setelah sekitar 7 jam dirawat di ICU RS Bhayangkara Medan,” kata Kapolsek Helvetia, Kompol Hendra Eko Triyulianto.

dari informasi yang dihimpun, kronologis kejadian ini berawal saat Jefri dan rekannya mencuri sepeda motor milik Rico. Namun aksi pencurian ini diketahui rekan korban, Lepen Firdaus Ginting. Lepen mengadukan pencurian itu kepada Rico yang sedang duduk di lantai II tempat kosnya. “Kau tengok dulu keretamu di bawah, kudengar ada suara Ninja dibawa  ke luar,” katanya ketika itu.

Rico memang mendapati sepeda motornya sudah raib. Dia dan Lepen kemudian berupaya mengejar pelaku menggunakan sepeda motor lainnya. Ketika sampai di Simpang Lima, Helvetia, mereka mengiformasikan pencurian itu kepada warga.

Baca Juga:  Tolak Nikahi Sang Kekasih, Anas Berurusan Dengan Polisi

Mereka akhirnya menemukan Jefri yang sedang  menaiki sepeda motor milik Rico. Sementara temannya mendorong  sambil mengendarai sepeda motor Honda Revo.

Kedua pelaku pun diteriaki sebagai begal. Jefri spontan menjatuhkan sepeda motor korban, kemudian berlari. Sementara rekannya lebih dulu melarikan diri dengan sepeda motornya.

Jefri mencoba berlari ke arah Jalan Kapten Sumarsono. Dia tertangkao dan  dipukuli massa.  Dia terluka parah di sejumlah bagian tubuhnya.

“Pelaku menggalami pecah di bagian kepala dan tidak sadarkan diri serta mengorok,” jelas Kompol Hendra.

Anggota piket Unit Reskrim Polsek Helvetia kemudian membawa Jefri ke RS Bhayangkara Medan. Setelah dirawat kurang lebih 7 jam, dia meninggal dunia.

“Identitas pelaku awalnya tidak diketahui  karena pelaku tidak membawa KTP, namun HP pelaku ditemukan di celananya, setelah dicek HP-nya  diketahui no hp orang tuanya,  orang tuanya datang ke RS Bhayangkara. Keluarga meminta agar korban tidak diautopsi,” sambung.

Baca Juga:  Mobil Datsun ini Tiba-Tiba Terbang Tabrak Jukir dan 6 Sepeda Motor

Polisi kata Hendra, masih memburu rekan pelaku yang meloloskan diri. [ska]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up