Home / NEWSSUMUT / Data Korban KM Sinar Bangun Berubah

Data Korban KM Sinar Bangun Berubah


Video Evakuasi Korban Kapal Tenggelam
EDISIMEDAN.com,  TIGARAS- Tim SAR Gabungan merilis data baru terkait jumlah korban KM Sinar Bangun yang karam pada Senin (18/6). Tim menyampaikan ada perubahan data jumlah korban hilang dan selamat oada tragedi tersebut.
Kepala Kantor SAR Medan Budiawan merilis jumlah korban yang selamat berjumlah 21 orang dan 164 orang lainnya masih belum ditemukan. Sedangkan korban tewas yang sudah ditemukan berjumlab tiga orang. Data sebelumnya menunjukkan ada 18 orang selamat, 3 tewas dan 184 lainnya masih hilang.
Budiawan mengatakan, jumlah korban itu berubah setelah dilakukan sinkronisasi data bersama Kepolisian dan pihak Jasa Raharja yang melakukan oendataan langsung kepada keluarga korban. Dengan begitu tim menyimpulkan sementara ada 188 penumpang yang ada di atas KM Sinar Bangun.
“Ada beberapa nama-nama yang duplikat. Karena di awal ada keluarga korban yang melaporkan dengan nama lengkao dan ada kerabat yang melapor dengan nama panggilan,” katanya.
Sementara itu, untuk tambahan korban yang selamat adalah Nahkoda dan Anak Buah Kapal yang berhasil selamat. Ketiganya adalah, Poltak Saritua Sagala sebagai Nakhoda dan pemilik kapal (tersangka), Jepanya Aritonang, 30 sebagai ABK tetap, dan Reyder Malau, 23 ABK serabutan.
Kepolisian juga menjelaskan bahwa Reyder Malau sampai saat ini belum ditemukan. Namun dari keterangan dari saksi, Reyder berhasil selamat.
“Kita sedang melakukan pencarian terhadap korban Reyder Malau,” kata Kanit Reskrim Polres Samosir Ipda Edy Syahputra.
Untuk seluruh korban, Jasa Raharja juga akan memberikan santunan. Jumlahnya Rp 20 juta untuk korban selamat dan Rp50 juta untuk korban yang meninggal dunia.
Pendataan korban juga sudah dilakukan. Untuk penyaluran santunan, akan langsung dikirimkan ke rekening ahli waris.
Pada pencarian hari ke delapan,Tim Gabungan terkendala cuaca buruk. Hujan deras melanda kawasan Danau Toba dan sekitarnya. Operasi pun dihentikan karena gelombang cukup tinggi di danau.
Selain operasi, polisi juga menetapkan tiga tersangka baru setelah Nakhoda. Ketiganya adalah petugas Dinas Perhubungan Samosir karena dianggap tidak menjalankan regulasi perkapalan. Sedangkan Nahkoda, karena dianggap lalai karena mengangkut melebihi kapasitas kapal. [rel]
Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up