Home / BISNIS / Daya Beli Pedagang di Pasar Tradisional Terus Menurun

Daya Beli Pedagang di Pasar Tradisional Terus Menurun


EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Meski harga kebutuhan pokok stabil namun  pedagang mengeluhkan rendahnya daya beli masyarakat imbas   pandemi Covid-19 yang masih mewabah saat ini.


Di Pasar Petisah Medan misalnya, meski harga kebutuhan masyarakat tidak ada yang naik, bahkan mengalami penurunan, pedagang mengeluhkan penurunan pendapatan hingga 40%.


“Cabai merah Rp 25 ribu/kg, cabai hijau Rp 20 ribu/kg, bawang merah Rp 42 ribu/kg, bawang putih Rp 42 ribu/kg, cabai rawit Rp20 ribu/kg. Gak ada yang naik. Hanya itulah orang belanja tidak ada,” ungkap pedagang sayuran, S Sijabat, Selasa (7/4/2020).

Begitu juga yang dikatakan pedagang ikan asin, Ida Nababan mengatakan bahwa daya beli masyarakat sangat rendah. “Penjualan turun drastis, sampai 40%, seperti teri nasi, biasanya, bisa jual sampai 20 kg  setiap hari, sekarang hanya terjual 3 hingga 5 kg per hari. Padahal harga barang gak ada naik. Makanya aku banyak jalan-jalan ke pedagang lain,” terang dia.


Ditegaskan Ida, harga produk dagangannya normal. Ikan teri toge  misalnya, sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 140 ribu/kg, ikan teri belah seharga Rp 70 ribu/kg, ikan asin belah Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu/kg, sale lele jumbo Rp 100 ribu/kg, ikan asin rebus Rp 50 ribu/kg.


Menanggapi kondisi ini diakui Ketua Tim Pemantau Harga Pasar Sumut, Gunawan Benjamin. Kata dia, harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang Ramadhan tahun ini masih diperdagangkan stabil bahkan dengan kecenderungan turun. 
“Bahkan, harga daging ayam terpuruk dikisaran Rp 15 ribu hingga 20 ribu/kg,” akunya.


Meskipun kondisi harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat relatif terkendali, imbuhnya, namun fluktuasinya terbilang sangat lebar dan bergerak tanpa ada kepastian harga yang jelas. Kondisi harga bergerak liar dikarenakan aktivitas masyarakat yang terganggu dengan penyebaran covid 19 tersebut. “Nah, sesaat lagi Ramadhan. Covid 19 ini akan lebih banyak mempengaruhi aktivitas masyarakat,” tuturnya.


Untuk itu, pemerintah harus sering-sering melakukan operasi pasar selama Ramadhan, termasuk insfeksi terhadap harga kebutuhan masyarakat. “Stimulus yang digelontorkan pemerintah harusnya tepat sasaran. Bantuan kepada keluarga miskin harus sampai di tempat. Ramadhan tahun ini tantangannya jauh lebih besar dan lebih buruk dibandingkan tahun lalu.

Daya beli masyarakat yang terpuruk menjadi salah satu masalah mendasar ditambah dengan penyebaran corona yang akan memicu keprihatinan di tengah masyarakat,” tandasnya. (Mahbubah Lubis)

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up