Home / MEDAN TODAY / Di Depan Kapolres, Koki Narkoba Pertontonkan Cara Meracik Ekstasi

Di Depan Kapolres, Koki Narkoba Pertontonkan Cara Meracik Ekstasi


Industri Ekstasi

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Halaman Mapolresta Medan, Rabu sore (3/6/2015), dibuat ramai oleh aksi seorang koki. Tapi pria berinisial AC itu bukan koki sembarangan. Dialah koki pembuat sabu dan ekstasi yang beberapa hari lalu ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan di sebuah rumah yang dijadikan sebagai home industri.

Kapolresta Medan Kombes Niko Afinta bersama Kasat Narkoba Kompol Wahyudi dan jajarannya turut memperhatikan tersangka yang dengan lihai meracik ekstasi tersebut. Berbekal bahan baku pembuat sabu dan peralatan berupa alat cetak ekstasi, AC mempertontonkan cara membuat dan memgemas narkoba, prosesi yang sudah beberapa waktu terakhir dilakoninya.

AC warga Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Medan Petisah itu diamankan bersama dua tersangka lainnya AL (40) warga Jalan Kompos, Kabupaten Deli Serdang dan HD (28) warga Jalan Binjai KM 10,8, Kabupaten Deli Serdang di tiga lokasi berbeda.

“AC ini merupakan koki pembuat sabu dan ektasi. Sementara dua tersangka lain bertugas sebagai bandar sabu dan ekstasi,” kata Kapolresta Kombes Niko Afinta dalam paparan kasus itu.

Dari kediaman AC, petugas  menemukan barang bukti 30,35 gram sabu, 2,13 gram sabu dan 18 butir pil ektasi,  2 buah alat pencetak pil ektasi, 1 bungkus bahan serbuk berwarna biru untuk pembuat ektasi, 1 bungkus bahan serbuk warna putih  pembuat ekstasi, 1 buah timbangan elektrik, 1 buah palu, 30,35 gram sabu dan 2,13 gram sabu.

Menurut Kapolres, keberhasilan mengungkap home insdustri ekstasi dan sabu di Medan tersebut merupakan informasi masyarakat. Menerima laporan tersebut, pihaknya lalu melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku AC di kediamannya di Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Medan Petisah.

Dari tersangka AC, polisi lalu melakukan pengembangan dan mengamankan dua pelaku lainnya di kediamannya masing-masing. “Dari dua pelaku kita mengamankan 1.000 butir pil ektasi senilai Rp 90 juta yang akan disebarkan di tempat hiburan malam di Kota Medan dan Binjai,” jelasnya.

Selanjutnya, Polresta Medan masih melakukan pengejaran terhadap tersangka lain, berinisial FD yang merupakan penyedia bahan untuk pembuatan narkoba itu. “Untuk ketiga pelaku kita jerat dengan Pasal 114 ayat (2) subs 112 ayat (2) jo 132 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau hukuman mati,” pungkas Nico. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up