Home / PENDIDIKAN / Di Langkat Limbah Minyak Jelantah Diubah Menjadi Sabun Cuci

Di Langkat Limbah Minyak Jelantah Diubah Menjadi Sabun Cuci


EDISIMEDAN.com, MEDAN– Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Sains dan Teknologi UNPAB melakukan pengadian masyarakat di Di Desa Padang Cermin Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat sejak bulan Mei sampai Juni 2021.

Tema kegiatan yang diketuai oleh Ir. Suryani Sajar MP dan anggota M.Wasito SP., MP ini yakni “Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cuci Pada Masyarakat Desa Padang Cermin Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat”.

Adapun jumlah peserta pada kegiatan ini yakni 16 orang ibu –ibu warga Dusun Permadi Desa Padang Cermin.

“Minyak jelantah adalah minyak yang diperoleh dari sisa menggoreng makanan dalam proses memasak. Dengan kata lain, minyak jelantah adalah minyak goreng bekas pakai yang sebenarnya adalah limbah yang mengandung senyawa-senyawa bersifat karsinogenik yang dapat memicu terjadinya kanker,” ucap Ir. Suryani Sajar MP pada Minggu (20/6)

Baca Juga:  Lounching Kampus 4 UINSU, Mentri Minta UINSU Cetak Mahasiswa Tidak Membenci Negara

Dikatakan, masyarakat pada umumnya membuang minyak jelantah di selokan atau saluran pembuangan air. Minyak jelantah yang dibuang ke saluran air dapat menyebabkan penyumbatan jika minyak yang dibuang memadat. Selain itu, pembuangan minyak jelantah ke saluran air dapat mengganggu ekosistem air, mencemari air tanah dan lingkungan.

Hal tersebut membuat tim pengabdian masyarakat Universitas Pembangunan Pancabudi Medan melakukan suatu pelatihan bagi masyarakat khususnya ibu-ibu di Desa Padang Cermin Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat untuk membuat sabun berbahan dasar minyak jelantah. Kegiatan pelatihan diikuti dengan antusias oleh ibu-ibu PKK dari Desa Padang Cermin.

Cara pembuatan yang relatif mudah dan murah menjadikan warga tertarik dan ikut mempraktikan pembuatan sabun bersama. Bahan dan alat yang dibutuhkan antara lain : minyak jelantah, soda api, air, pewangi, wadah stainless steel atau wadah plastik, pengaduk (sendok) stainless steel / plastik, cetakan, lap / tisu, masker dan sarung tangan.

Baca Juga:  UIN Sumut Wisuda 836 Lulusan Tepat Di Peringatan Dies Natalis ke 47 Tahun

Suryani Sajar mengatakan mengolah kembali minyak jelantah berarti juga mengurangi pembuangan minyak jelantah yang dapat mencemari lingkungan dan mengganggu ekosistem. Minyak jelantah yang dibuang sembarangan memberikan risiko meningkatnya kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) di perairan.

Hal ini menyebabkan tertutupnya permukaan air dengan lapisan minyak. Akibatnya, sinar matahari tidak dapat masuk ke perairan yang mendorong matinya biota dalam perairan, serta berpotensi mencemari air tanah
“Transfer IPTEK yang diberikan adalah pengetahuan tentang mendaur ulang dan memanfaatkan kembali limbah organik berupa minyak jelantah, maka diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat secara mandiri dan bijak dalam mengatasi permasalahan limbah dengan cara yang berwawasan lingkungan sehingga kedepannya bisa menjadi budaya baru bagi masyarakat Desa Padang Cermin Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat “ tandas Ir. Suryani Sajar MP.(red)

Baca Juga:  Sebanyak 1.377 Siswa SMA Sederajat Lulus SNMPTN 2020 di Unimed

Dikirim dari Yahoo Mail di Android

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up