Home / NEWS / Di Siantar, Tokoh Lintas Agama Diskusi Perdamaian Palestina-Israel

Di Siantar, Tokoh Lintas Agama Diskusi Perdamaian Palestina-Israel


Ketua ICMI Pusat Prof Jimly Ashiddiqie, Uskup Agung Medan Anicetus B Sinaga, FKUB Papua Pendeta Lipiyus, dan Ephorus GKPS Rumanja Purba menggelar seminar di STT HKBP Pematang Siantar, Kamis (25/1/2018). [edisimedan.com/bey]

EDISIMEDAN.com, PEMETANGSIANTAR – Ketua ICMI Jimly Ashiddiqie, Uskup Agung Medan Anicetus B Sinaga, FKUB Papua Pendeta Lipiyus, dan Ephorus GKPS Rumanja Purba menggelar seminar di STT HKBP Pematang Siantar, Kamis (25/1/2018).

Keseluruhan narasumber sepakat dalam pertemuan pertama ini, masalah Palestina-Israel bukanlah masalah agama antara Islam dan Yahudi, melainkan masalah penindasan satu negara ke negara lainnya.

Prof Jimly Asiddiqi menguraikan materinya dihadapan 300 peserta dari tokoh pemuda dan agama mengatakan menciptakan perdamaian di Palestina bukanlah persoalan yang mudah, dibutuhkan komitmen dari semua pihak dari masing masing negara yang ada di dunia untuk menyuarakan perdamaian.

Khususnya di Indonesia, jangan sampai, masalah Palestina – Israel menjadi masalah agama di Indonesia, jadi seluruh tokoh dan pemuka agama, harus lebih keras bersuara, untuk menjaga perdamaian.

Baca Juga:  Diduga Provokator, Lima Mahasiswa Demo di Simpang USU Diamankan Polisi

“Perlu dilakukan deklarasi nasional untuk menyuarakan perdamaian di Palestina, bukan hanya umat islam, tapi seluruh umat beragama,” pintanya.

Sama seperti masalah terorisme, kata Jimly, dahulu tidak ada isu terorisme, tapi sekarang tindakan radikal ada dimana-mana.

“Itu disebabkan masalah Palestina yang tidak selesai sampai beberapa dekade sekarang ini. Coba masalah Palestina diselesaikan, mungkin aksi radikal akan berkurang,” ujarnya.

Sementara Uskup Agung Medan Anicetus B Sinaga, menambahkan kalau dahulu orang berperang membawa senjata, sekarang berperang membawa perdamaian.

“Sudahlah, mari kita lupakan masa lalu, perang banyak memakan korban, mari kita suarakan perdamaian baik di Indonesia maupun di Palestina,” ungkapnya.

Di Indonesia pastinya, kata Uskup Agung, perdamaian harus terus dijaga, toleransi harus terus digelorakan. “Intinya, bagaimana kita di Indonesia bisa menyuarakan Palestina bisa berdamai,”

Baca Juga:  Orangtua Meninggal, Mantan Sekda Sumut Batal Diperiksa KPK

Sementara Pendeta Rumanja purba dari Ephous GKPS Simalungun mendorong Presiden Jokowi untuk mengambil peranan yang lebih besar dalam menciptakan perdamaian di Palestina dan dunia.

“Kita tunjukkan kepada Dunia, berawal dari Indonesia dengan terus menjaga toleransi dan Kebhinekaan, dengan menjaga perdamaian,” tutupnya disesi seminar.

Semua tokoh pemuda dan agama bersepakat untuk menggalang suara perdamaian untuk Palestina dan Dunia hingga ketingkat nasional. Seminar ditutup sekitar pukul 18.00 WIB. [bey]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up