Dialog Publik IWO dan PLN, As Atmadi: Perlu Hati Nurani

26

EDISIMEDAN.com,MEDAN:Dialog Publik yang dilaksanakan Ikatan Wartawan Online (IWO) Medan dan PLN wilayah Sumatera Utara (Sumut) di Brastagi, menghadirkan narasumber Komjen (Purn) Oegroseno, wartawan senior As Atmadi, Ombudsman RI Ricki Hutahaian dan Nazir Salim Manik dari Non Government Organization (NGO), berlangsung hangat dan menarik.

Dialog Publik di hotel Mikie Holiday Berastagi, Kabupaten Karo Sumatera Utara yang diikuti 50 peserta anggota IWO, diwarnai curhat masyarakat pelanggan, terkait pelayanan, pengawasan saat Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjalankan seluruh program hakikatnya cukup baik, menerangi berbagai kehidupan di masyarakat yang tak bisa lepas dari listrik.

“Perkembangan di dunia saat ini dari mulai gelombang pertanian, industri dan gelombang komunikasi tidak bisa lepas dari hati nurani saat melaksanakan berbagai program pembangunan yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat luas,” tutur As Atmadi yang juga Ketua Dewan Etik IWO Medan.

Menurutnya, dalaman revolusi industri dan komunikasi di Indonesia sekarang ini, hati nurani menjadi penting, adalah suatu proses kognitif yang menghasilkan perasaan dan berdasarkan pandangan moral dalam manifestasi pelayanan publik.

Setiap berhadapan dengan pelayanan publik, tegas As Atmadi, wartawan dan PLN sama saja, mengutamakan kecepatan, ketepatan dan service, serta harus memiliki hati nurani. Namun, ketika terjadi perubahan budaya di segala lini kehidupan modern, sekarang ini sering sekali teknologi canggih meninggalkan nilai-nilai moral dalam memanfaatkan modernisasi.

Sehingga terjadi benturan di sana-sini. “Bahkan teknologi digital malah dijadikan cara untuk melakukan berbuatan-perbuatan amoral. Karena didorong oleh cara-cara kerja yang pardoks, dengan apa yang dicita-citakan sebelumnya, ” ungkap As Atmadi.

Sebelumnya di tempat yang sama, Dewan Komisaris PLN, Komjen (Purn) Oegroseno menyebutkan, PLN kini memfokuskan jaringan listrik menjadi baik. Dirinya optimis tahun depan tidak akan ada pemadaman listrik, khususnya di Sumut. PLN terus mengupayakan agar Indonesia makin terang.

Untuk itu, ujarnya, masyarakat pun diharapkan sadar untuk membayar tunggakan rekening listrik sehingga pembangunan kelistrikan menjadi lancar. Pada pilpres2019, PLN kita harus benar-benar full konsentrasi, jangan sempat ada pemadaman listrik terutama saat penghitungan suara,” pesannya.

Sebagaimana diingatkan oleh Nazir Salim, bila terjadi pemadaman saat Pemilu serentak berlangsung dapat sertamerta dapat disalahartikan dan menjadi isu politik. Tanggungjawab PLN sangat besar saat Pilres 2019. “Namun kita belum tahu, apakah sudah ada jaminan tertulis (Mou) agar listrik tidak padam ketika peghitungan suara.

Ricki Hutahaian mengungkapkan, pengalaman yang dialami warga pelanggan PLN menghadapi emosional oknum-oknum petugas di lapangan. “Diperlukan pengawasan dan tindakan tegas dari pimpinan terhadap oknum-oknum petugas yang merusak nama baik PLN saat menjalankan tugas tanpa hati nurani dan di luar koridor peraturan serta hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Oegroseno meyakini dihari-hari berikutnya PLN bekerja lebih baik untuk kepentingan menerangi aktivitas kebutuhan masyarakat. “Dialog Publik interaktif seperti ini perlu diperbanyak untuk saling mendapatkan informasi dan meperkuat sinergitas dalam melaksanakan kepentingan masyarakat,” tukas Oegroseno.

Ketua IWO Medan Herie Prasetyo menyebutkan, Dialog Publik dengan berbagai pihak sedang terus digagas, untuk membina hubungan sinegitas dengan kantong-kantong jaringan yang berkaitan dengan pelayanan publik.

“Dengan tujuan, IWO Medan dapat menjadi jembatan pembangunan pemerintah demi kepentingan kesejahteraan seluruh rakyat. Sekaligus dapat menambah wawasan anggota IWO Medan,” pungkasnya.(Mahbubah Lubis)

 

Apa Tanggapan Anda?