Home / NEWS / Didakwa Terima Suap Rp 8 Miliar, Bupati OK Arya Terancam 20 Tahun Penjara

Didakwa Terima Suap Rp 8 Miliar, Bupati OK Arya Terancam 20 Tahun Penjara


Bupati nonaktif Batubara OK Arya Zulkarnaen (kemeja putih) mulai diadili di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (5/1/2018). Dia didakwa menerima suap dengan total sebesar Rp 8 miliar lebih dari sejumlah kontraktor di Dinas PUPR Batubara. [edisimedan.com/ska]

EDISIMEDAN.com, MEDAN Bupati nonaktif Batubara OK Arya Zulkarnaen mulaii diadili di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (5/1/2018). Dia didakwa menerima suap dengan total sebesar Rp 8 miliar lebih dari sejumlah kontraktor di Dinas PUPR Batubara.

Arya tidak diadili sendirian. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Helman Herdady juga didakwa bersamanya. Keduanya dihadapkan JPU dari KPK ke persidangan yang dipimpin oleh Wahyu Prasetyo Wibowo.

Dalam dakwaannya, JPU Ariawan Agustitiarsono menyebutkan Orang Kaya Arya Zulkarnain dan Helman Herdady telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan kejahatan, yaitu menerima hadiah atau janji untuk melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.

Arya dan Helman telah melakukan perbuatan sebagaimana telah diatur dan diancam dengan Pasal 12 Huruf a dan Pasal 11UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Baca Juga:  Guru SD Dibekali Penggunaan TIK Sebagai Media Belajar

Dalam perkara ini, OK Arya Zulkarnain, Helman Hendardi dan Sujendi Tarsono alias Ayen (dilakukan penuntutan terpisah) telah menerima suap dari sejumlah penyedia barang dan jasa pada Pemkab Batu Bara.

Arya dinyatakan menerima Rp 8,055 miliar dari lima kontraktor, yakni Maringan Situmorang, Mangapul Butar Butar alias Apul alias Abun, Parlindungan Hutagalung alias Parlin dan Syaiful Azhar. Uang suap itu dikumpulkan Maringan lalu diserahkan melalui Sujendi Tarsono alias Ayen dan Helman Hendardi.

“Terdakwa II (Helman Hendardi) juga menerima uang sebesar Rp 80 juta dari Syaiful Azhar,” sebut Ariawan.

Pemberian uang itu berlangsung antara Maret 2016 hingga September 2017 di sejumlah lokasi, di antaranya di Jalam Sungai Deli Gang Sawo No. 52 Kota Medan; showroom “Ada Jadi Mobil”, Jalan Gatot Soebroto, Medan; Tre Mon Café Lippo Mall, Jalan Diponegoro, Medan; Jalan Air Bersih Ujung Blok 70 No 5 Medan.

Baca Juga:  Setelah Ular Makan Manusia Gegerkan Warga, Giliran Pyton Muncul di Pasar

BERITA TERKAIT

Menurut JPU, kedua terdakwa mengetahui atau patut menduga bahwa pemberian uang itu agar mereka baik secara langsung maupun tidak langsung melakukan intervensi guna memenangkan Maringan Situmorang, Mangapul Butar Butar alias Apul alias Abun, Parlindungan Hutagalung alias Parlin dan Syaiful Azhar dalam proses pengadaan barang/jasa pada Dinas PUPR Kabupaten Batubara tahun 2016-2017.

Dalam perkara penyuapan ini, JPU KPK, Kamis (25/1), telah menuntut Maringan Situmorang dengan hukuman masing-masing 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsidair 6 bulan kurungan.

“Untuk Terdakwa OK Arya itu ancaman maksimal hukumannya 20 tahun penjara,” ucap JPU Ariawan usai sidang. [ska]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up