Home / NEWSSUMUT / Diduga Bawa Kabur Uang Anggota, Warga Karo Pemilik Arisan Online Terancam Dipolisikan

Diduga Bawa Kabur Uang Anggota, Warga Karo Pemilik Arisan Online Terancam Dipolisikan


EDISIMEDAN.com, KARO- DPB alias Dian warga Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo beralamat di Hunian Tetap (Huntap) Juma Pancur Pitu, Desa Surbakti, Kecamatan Simpang Empat yang merupakan owner dalam Arisan Online Dian terancam dilaporkan ke Polisi.

Pasalnya, Dian diduga membawa kabur uang arisan milik para membernya. Penipuan berkedok arisan online bernama “Arisan Di” ini dibeberkan salah seorang membernya kepada sejumlah wartawan, Rabu (04/07/2018) sore.

Bahkan kisah penipuan inipun pertama kali heboh setelah member “Arisan Di” mengeluhkan Dian yang mulai menghilang dan tak menganggapi keluhan member dalam grup khusus di Facebook.

“ Saya memang member baru, dan mengikuti arisan Get 4 Juta/10 hari dan mengambil nomor 6 (terakhir). Dian juga mengajak dengan menawarkan program investasi selama 12 hari. Uang yang saya investasikan sebesar Rp2.750 ribu. Setelah 12 hari, uang itu akan dikembalikan sebesar Rp.3,5 juta. Nah pas jatuh tempo pengembalian, owner membuat status di akun Fbnya bahwa di koleps. Masa hanya selang 2 hari langsung koleps. Alasannya itu gak masuk logika,”bebernya.

Baca Juga:  Tipu Jemaah Umroh, Mantan Pejabat Tebingtinggi Dituntut 30 Bulan

Hal serupa juga dikeluhkan wanita berinisial SB yang berdomisili di Bangka Belitung melalui telepon selulernya. Dia mengaku merupakan korban penipuan berkedok arisol yang dikelola Dian .

“Saya kehilangan uang jutaan juga, sementara owner tak mau mengangkat handphone. Setiap di bel, tak mengangkat, padahal ada beberapa investasi yang saya ikuti. Mulai dari invest uang, emas dan handphone, giliran saya yang mau narik. Owner bilang koleps, kan sudah gak masuk akal?. Jadi saya akan membuat surat kuasa kepada seseorang agar melaporkan penipuan ini ke polisi,”ujarnya.

SB membeberkan, jika uang arisol disetor oleh member/peserta kepada owner dengan cara transfer via ATM. Ia mengaku telah membuka akun facebook owner arisol (Dian Pertiwi Barus). Ternyata banyak member lain yang juga mengeluhkan uang arisan dan investasi yang belum dibayar. Bahkan salah seorang member berinisial AM sudah memberikan tenggang waktu agar mengembalikan uang yang disetornya.

Baca Juga:  KIP Aceh Akan Tetapkan Suara Pilpres Pada 18 Juli 2014

Namun banyak alasan yang dilontarkan. “Sudah dihubungi, tapi nomor selulernya gak aktif. Kalaupun aktif tapi gak diangkat. Jadi tolong owner bernama Dian Pertiwi Barus segera mengembalikan uang saya dan teman-teman lainnya. Kami tunggu niat baikmu selama 2 hari, sebelum kasus ini kami bawa ke ranah hukum,”pesan SB.

Terpisah, pakar hukum Kabupaten Karo, Jakub Sembiring (52) di kediamannya, Rabu (4/7/2018) menanggapi keluhan para member arisan Dian. Ia mengatakan, owner arisol dapat dijerat dengan tindak pidana Perbankan, penipuan. Sebagai dimaksud dengan pasal 46 ayat (1) Jo pasal 16 UU RI Nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU RI nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dengan ancaman hukuman sekurang kurangnya 5 tahun dan paling lama penjara 15 tahun serta denda sekurang kurangnya Rp.10 Miliar dan sebanyak banyaknya Rp.200 Miliar.

Baca Juga:  Kejatisu Kembalikan Berkas Perkara Penipuan Bos Cemara Asri ke Poldasu

Bukan hanya itu, sesuai dengan pasal 378 KUHPidana, penipuan dapat diancam dengan ancaman hukuman penjara selama lamanya 4 tahun kurungan. Karena owner telah melakukan tindak pidana seperti yang tertulis di pasal 378 KUHP.

“Barang siapa yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin usaha dari Pimpinan Bank Indonesia dan tindak pidana penipuan dapat dijerat hukuman penjara. Bisa-bisa terjerat pasal penggelapan (372 KUHP) dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang,”ucap Sembiring.

Jadi, sambungnya lagi, agar para owner-owner arisan online yang telah menjamur akibat berkembangnya teknologi dapat hati-hati menjaring para member. Karena bukti-bukti transfer uang via ATM, buku rekening dan chat via facebook atau IG merupakan alat bukti sah yang dapat memberatkan para owner. [Anita]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up