Home / / Diduga Cemarkan Nama Baik Kapolda Sumut, 2 Jurnalis Online di Medan Dijemput Polisi

Diduga Cemarkan Nama Baik Kapolda Sumut, 2 Jurnalis Online di Medan Dijemput Polisi


Dua jurnalis media online di Sumatera Utara dijemput paksa personil Subdit II/Cyber Crime Ditreskrimsus Poldasu, Selasa (6/3/2018) dinihari . Keduanya diamankan terkait tulisan yang diduga mencemarkan nama baik Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw. [edisimedan.com/ist]

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Dua jurnalis media online di Sumatera Utara dijemput paksa personil Subdit II/Cyber Crime Ditreskrimsus Poldasu, Selasa (6/3/2018) dinihari . Keduanya diamankan terkait tulisan yang diduga mencemarkan nama baik Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Dua awak media online sorotdaerah.com yang diamankan yaitu Jon Roi Tua Purba dan Lindung Silaban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jon dijemput dari rumahnya di Pematang Siantar pada Selasa (6/3) dinihari, sedangkan Lindung diamankan di kawasan Padang Bulan sekitar pukul 21.00 Wib.

Mereka kemudian dikabarkan menjalani pemeriksaan karena diduga telah melakukan penyebaran berita hoaks atau penghinaan dan atau pencemaran nama baik terhadap Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Tulisan yang memicu tindakan kepolisian itu dituangkan dalam sorotdaerah.com dengan alamat internet (URL) : http://sorotdaerah.com/uncategorized/desakan-copot-irjen-paulus-waterpauw-menguat-pengamat-ppatk-harus-periksa-rekening-kapolda/. Saat itu tautan maupun situs itu sudah tidak bisa lagi diakses lagi.

Baca Juga:  Mobil Datsun ini Tiba-Tiba Terbang Tabrak Jukir dan 6 Sepeda Motor

Namun dari screen shoot yang beredar, tulisan itu mengkritisi tindakan Kapolda Sumut yang tampak akrab dengan Mujianto. Padahal pengusaha ini berstatus tersangka dalam kasus penipuan yang masih ditangani Ditreskrimum Polda Sumut.

Saat itu Paulus dan Mujianto memaparkan pemberian bantuan renovasi rumah dari Yayasan Buddha Tzu Chi yang dipimpin Mujianto di Mako Brimob Polda Sumut pada, Rabu (28/2) pagi. Ketika itu Mujianto masih berstatus tersangka dan belum lama ditangguhkan penahanannya.

Dalam tulisan itu, ditambahkan pula komentar dari pengamat hukum Muslim Muis. Dia menilai kebersamaan Kapolda Sumut dan Mujianto yang berstatus tersangka tak patut. Dituliskan pula anjuran agar PPATK melacak transaksi keuangan pejabat Polda Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, Jon Roi sudah dipulangkan. Sementara Lindung masih diproses.

Baca Juga:  18 Tahanan Polres Binjai Kabur, 6 Berhasil Ditangkap Kembali

“Jadi gini yang di Padang Bulan itu bukan jurnalis ya. Kita sudah konfirmasi ke Dewan Pers. Tetapi yang jurnalis yang kita jemput pertama memang mau diambil keterangannya terkait adanya berita yang diupload melalui media online yang kita dapat informasi. Dia medianya dia wartawannya,” kata Rina saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (7/3/2018).

Ternyata setelah dilakukan pendalaman, lanjut Rina, bukan Jon Roi yang mengupload berita itu. “Makanya tadi pagi dia sudah kita pulangkan si Jon Roi itu,” sebutnya.

Sedangkan Lindung kata Rina bukan wartawan. Dia juga yang mengupload berita itu ke media online itu.

“(Dia) tidak terdaftar di media itu. Makanya kita lagi dalami apa motifnya sebenarnya sehingga dia itu membuat berita yang mencemarkan nama baik kan ada isinya itu,” tutur Rina.

Baca Juga:  37 Kg Ganja Kering Dibakar di Polsek Sunggal

Ditanya tentang pelanggaran dalam tulisan itu, Rina menyatakan, ada kebohongan yang diedarkan.

“Karena dia menjelaskan di situ Pak Kapolda itu menerima uang itu kan berita bohong itu. Dari mana terima uangnya? Ternyata dia bukan wartawan. Karenanya, kita sedang dalami motifnya apa ya,” tegasnya.

Jon Roi dinyatakan berstatus sebagai saksi. Sementara Lindung kemungkinan akan dijadikan tersangka.

“Sedang mau digelar untuk menetapkan status berikutnya. Kemungkinan akan meningkat statusnya ke penyidikan,” jelasnya. [ska]

Terkait


Berita Terbaru