Dies Natalis Ke 46, UIN SU Wisuda Sebanyak 992 Mahasiswa

    17

    EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Tepat di perayaan Dies Natalis ke-46, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) mewisuda 992 mahasiswa program doktor, magister, sarjana dan diploma III di Gedung gelanggang UINSU Sutomo pada Senin (25/11/2019).

    Rektor UIN SU, Prof. Dr. Saidurrahman, M. Ag dalam Sidang Senat terbuka mengatakan pihaknya sangat bersyukur hari ini bisa melaksanakan Dies Natalis ke-46 dan sarjana ke -72 tahun 2019.

    Dikatakannya, Dies Natalis kali ini yang sudah 46 tahun, IAIN-UINSU sudah bekerja dan mengabdi dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Okeh karena itu, pantas sekali dikatakannya semua pihak bersyukur kepada Allah SWT.

    “Saat ini UINSU tetap eksis dan terus juara, maju, unggul, jaya, raya, sejahtera dan bahagia dalam mengabdikan dalam agama, bangsa dan agama,” katanya.

    Ia juga mengatakan sangat bersyukur karena sudah banyak yang lahir dari rahim UINSU dan berkiprah dan mengabdi dalam berbagai pengabdian dalam berbagai profesi, tempat dan lapangan yang luas dan menjaga nama baik UINSU.

    Pada Dies Natalis ke 46 itu pihaknya juga menyampaikan terimakasihnya kepada pihak yang bersama-sama mendirikan membangun dan mengembangkan UINSU,” ungkap rektor.

    Lanjutnya dihadapan para wisudawan, tentunya semua pihak sangat berhutang budi atas jasa baik penggagas, pendiri, pimpinan, pekerja, pemikir dan para pensiunan dan seluruh masyarakat luas. Baik secara langsung dan tidak langsung telah berjasa bagi UIN SU. Karena itu ia pun pada kesempatan itu mengajak semuanya berkenan mengirimkan sepaling Al-Fatihah kepada guru-guru terdahulu tersebut.

    Dalam kesempatan itu rektor juga menyatakan pada Dies Natalis dan wisuda kali ini bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan dan ancaman besar dan rongrongan radikalisme, ekstrimisme dan terorisme.

    Dikatakanya, terorisme diawali berpikir radikal yang salah arah, meski kendati dikatakannya, berfikir radikal sebenarnya penting karena salah satu ciri berfikir ilmiah yang menuntut berfikir hingga ke akar-akarnya. Namun berfikir radikal yang diinginkan adalah berfikir secara mendasar untuk memperoleh makna hakiki dari sesuatu untuk membentuk peradaban manusia yang berkemajuan.

    “Dalam konsep Islam, berfikir radikal justru akan menjadikan seseorang menemukan kebenaran hakiki yang membuat semakin taat dan berakhlak, bukan sebaliknya berfikir radikal sebagai suatu negatif dan menghasilkan cara pandang yang berbeda dan intoleran dan ini adalah jauh dari misi dakwah Islam,” ungkapnya tegas.

    Jelas dikatakanya, terorisme tidak mendapat tempat sedikitpun dalam Islam. Perang dalam Islam dikatakannya adalah untuk melindungi diri untuk menegakkan kebenaran, memberantas penganiayaan dan mendapatkan ketenangan dalam menjalankan agama lebih dari itu jikapun peperangan terjadi, namun Nabi Muhammad SWT membuat aturan perang yang sangat berprikemanusiaan dengan menjaga kehidupan anak-anak, perempuan, orangtua, pepohonan, binatang serta menghukum lawanan perang secara manusiawi, sehingga ditegaskannya terorisme jauh dari ajaran agama Islam.

    Untuk itu pada Dies Natalis dan acara wisuda itu, ia menyatakan dalam rangka menyangkal ancaman paham ekstrimisme dan terorisme di dunia kampus khususnya di UINSU pihaknya terus melakukan upaya penguatan paham washotiah, menekankan ideologis kebangsaan di mahasiswa melalui kurikulum dan kegiatan mahasiswa.

    “Selain itu bagi civitas akademika, kita melakukan penguatan hubungan dosen dan mahasiswa dan pendidik serta alumni sehingga celah celah paham ekstrimisme dapat ditangkal secara lebih dini,” ungkapnya.

    Hadir Gubernur Sumut Edy Rahmayadi diwakilkan oleh Staf Ahli, Nauval Mahyar, Kodam I Bukit Barisan diwakilkan Kolonel Sugeng Waskito, Kapolda Sumut diwakilkan Kombespol Heri, Kajatisu, dan juga dihadiri oleh Kepala Lanud Suwondo, dan Lantamal I.

    Kegiatan Dies Natalis Uinsu Ke-46

    Adapun kegiatan yang digelar UINSU dalam rangka mengisi Dies Natalis UINSU ke -46 Tahun diantaranya seminar nasional deradikalisasi dan moderasi  beragama dan juga akan digelar sejuta shalawat untuk Rasulullah SAW.  Khusus seminar nasional akan diisi oleh tokoh-tokoh nasional. (Mahbubah Lubis)

     

    Apa Tanggapan Anda?