Dihukum 3 Tahun pada Tingkat Banding, Ramadhan Pohan Tempuh Kasasi

32
PENIPUAN. Bekas calon Walikota Medan Ramadhan Pohan tampak tersenyum sumringah usai keluar dari gedung Kejatisu, Rabu (7/12/2016) sore.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Mantan calon Walikota Medan Ramadhan Pohan menempuh langkah kasasi ke Mahkamah Agung setelah Hakim Tinggi di PT Medan memperberat hukumannya menjadi 3 tahun penjara dalam perkara tindak pidana penipuan ‎sebesar Rp 15,3 miliar.

Atas upaya kasasi yang diajukan polikus Partai Demokrat itu, Jaksa Penuntut dari Kejati Sumut juga melakukan Kasasi.

“Untuk kasus terdakwa Ramadhan Pohan, kita melakukan upaya hukum kasasi. Memori kasasi sudah kita daftarakan ke PN Medan,” kata Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, Jumat (25/5).

Ditanya alasan pihak Kejati Sumut mengajukan kasasi, Sumanggar menjelaskan hal itu dilakukan karena Ramadhan Pohan menyampaikan permohonan kasasi. “Itu otomatis. Karena terdakwa melakukan kasasi, kita juga kasasi,” katanya.

Hukuman Ramadhan Pohan memang dipeberat majelis hakim Pengadilan Tinggi Medan. Politikus Partai Demokrat yang juga dijatuhi hukuman 3 tahun penjara, lebih dua kali lipat dibandingkan putusan pengadilan tingkat pertama hanya menghukumnya 1 tahun 3 bulan penjara.

Ramadhan dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan ‎sebesar Rp 15,3 miliar terhadap korbannya, bernama Laurenz Hanry Hamonangan Sianipar dan Rotua Hotnida Simanjuntak. Dia terbukti telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 378 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KHUPidana.

Dalam perkara ini, Ramadhan dijatuhi hukuman bersama mantan bendahara pemenangannya pada Pilkada Kota Medan 2015, Savita Linda Hora Panjaitan. Hukuman perempuan itu juga diperberat majelis hakim PT Medan. Dia dijatuhi hukuman 1 tahun penjara, lebih tinggi dari putusan majelis hakim PN Medan yang mengganjarnya 9 bulan penjara.

Dalam perkara ini, Ramadhan dan Savita Linda Hora Panjaitan dinyatakan telah menipu Rotua Hotnida Br Simanjuntak dan putranya Laurenz Henry Hamonangan Sianipar. Rotua merugi Rp 10,8 miliar sedangkan Laurenz Rp 4,5 miliar, sehingga totalnya menjadi Rp 15,3 miliar.

Perkara penipuan ini terjadi menjelang Pilkada serentak pada pengujung 2015. Korban mengaku terbujuk rayu dan janji hingga mau memberikan uang sebesar Rp15,3 miliar untuk kepentingan Ramadhan Pohan, yang maju calon Wali Kota Medan 2016-2021.

Ramadhan dan Linda mengiming-imingi korban dengan sejumlah persentase keuntungan. Untuk meyakinkan korban, Ramadhan Pohan meninggalkan cek kepada Laurenz. Ternyata saat akan dicairkan isi rekeningnya hanya sekitar Rp 10 juta. [ska]

Apa Tanggapan Anda?