Dinas PU Normalisasi Drainase Jalan Eka Warni

1
341
DRAINASE. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan melakukan normalisasi drainase di Jalan Eka Warni, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kamis (8/11/2017). Normalisasi ini dilakukan karena drainase yang ada tidak berfungsi akibat mengalami penyumbatan.

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan melakukan normalisasi drainase di Jalan Eka Warni, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kamis (8/11/2017). Normalisasi ini dilakukan karena drainase yang ada tidak berfungsi akibat mengalami penyumbatan.

Akibat penyumbatan tersebut, drainase selama ini tidak mampu menampung debit air pada saat hujan deras turun dan meluap menggenangi jalan maupun rumah warga. Oleh karenanya normalisasi drainase harus dilakukan sebagai solusi mengatasinya.

“Normalisasi ini harus kita lakukan untuk mengembalikan fungsi drainase. Apalagi saat ini musim penghujan dengan intensitas cukup tinggi. Jika drainase kembali berfungsi, insya Allah genangan air maupun banjir yang terjadi di kawasan ini dapat diminimalisir,” kata Kadis PU Kota Medan Khairul Syahnan.

Untuk melakukan normalisasi drainase, Syahnan pun menurunkan puluhan petugasnya. Degan menggunakan cangkul dan penggaruk, mereka pun mengangkat lumpur bercampur sampah dari dalam drainase. Kemudian membersihkan semak maupun gulma yang ada dipinggiran drainase.

Menurut Syahnan, penyumbatan dan pendangkalan drainase ini terjadi akibat sudah lama tidak dilakukan pengorekan. “Jika rajin dikorek dan dibersihkan, drainase ini tak mungkin tersumbat. Ditambah lagi kurangnya kesadaran masyarakat dengan membuat smapah rumah tangga ke dalam drainase,” jelasnya.

Selain pembersihan drainase, PU Medan untuk membuat saluran drainase baru. Keberadaan drainase baru ini akan mendukung drainase yang lama sehingga air semakin lancar mengalir.

Selain melakukan pengorekan dan pembersihan drainase, Syahnan juga mengistruksikan anggotanya untuk membuat saluran drainase baru. Keberadaan drainase baru ini akan mendukung drainase yang lama sehingga air semakin lancar mengalir.

Guna mempercepat pengorekan drainase baru tersebut, satu unit beko mini diturunkan. Pengorekan drainase baru berjalan dengan lancar dan sesuai dengan keinginan Syahnan.

“Semoga kehadiran drainase baru ini semakin meminimalisir terjadinya genangan air maupun banjir,” harapnya.

Meski demikian, peran serta dan kepedulian masyarakat merupakan faktor utama mencegah terjadinya banjir maupun genangan air. Jika masyarakat tidak peduli dan membiarkan drainase yang baru dikorek dipenuhi sampah kembali, banjir pun dipastikannya akan datang kembali.

“Apabila masyarakat tidak peduli, tentunya sia-sia saja pengorekan drainase yang kita lakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir ini. Bagaimana tidak sia-sia kalau mereka juga tetap membuang sampah rumah tangganya dalam parit dan tidak pernah melakukan pengorekan,” ungkapnya. [ded]

Apa Pendapat Anda?