Home / DELI SERDANGSUMUT / Dinas TPH Sumut Monitoring Tanaman Pangan dan Holtikultura di Deliserdang

Dinas TPH Sumut Monitoring Tanaman Pangan dan Holtikultura di Deliserdang


EDISIMEDAN.com, MEDAN-Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) melakukan monitoring ke petani tanaman bawang dan cabe merah di Deliserdang, Kamis (28/1/2022).

 

Lahan yang dimonitoring itu diantaranya lahan tanaman bawang merah Kelompok Tani Enggal Multi di Desa Jati Rejo, Dusun 22 Pondok Rawa, Desa Sampali Percut Sei Tuan, kemudian tanaman cabe merah di Dusun Kauman Desa Sidodadi R Kecamatan Percut Sei tuan.

Monitoring yang dipimpin Kepala Dinas TPH Sumut, Dahler Lubis diwakilkan Kepala Bidang Hortikultura Dinas TPH Sumut, Bahruddin Siregar mengatakan untuk tanaman bawang merah ditemukan mengalami penyakit  pusarium yang disebabkan jamur.

“Penyakit ini terjadi pada tanaman bawang jika iklim didominasi dengan curah hujan terus menerus, ini fatal jika dibiarkan bisa gagal panen atau Fuso,” ungkap Baharuddin.

Baharuddin meminta agar petani dapat segera mengatasinya dengan pungli seperti rutin melakukan pembilasan jika tanaman usai diguyur hujan.

“Kalau memang membutuhkan pestisida , petani bisa meminta kembali ke Dinas TPH melalui bagian sarpras. Situasi ini perlu untuk penyelamatan ini perlu dibantu kembali setelah bantuan awal yang kita berikan,” paparnya.

Disebutkannya juga, tanaman bawang ini terkena penyakit bukan karena bibitnya tidak baik tetapi memang tanaman dengan umur pendek perlu perawatan ekstra.

Baca Juga:  Sekretaris IPK Binjai Firman Ginting : IPK Binjai Siap Untuk Di Lantik Februari 2020

Adapun bantuan benih di lahan kelompok tani Enggal Mukti ini seluas 1 hektar dengan harapan bisa di panen sebanyak 10 ton bawang merah. Diperkirakan akan panen sekitar sebulan lagi karena masa pertanaman sejak bantuan dikucurkan sudah memasuki usia 1 bulan.

“Jika dua bulan pertanamannya baik bantuan yang dikucurkan untuk 1 hektar yang dikelola oleh kelompok tani enggang ini bisa menghasilkan 10 ton dengan nilai rupiah 200 juta. Petani akan memperoleh pendapatan yang baik, Kita harapkan petugas Kabupaten, petugas lapangan, dan petani harus betul-betul mengawal ini, kalau ada kendala segera melapor sehingga dapat ditangani secara bersama-sama,” tegasnya.

 

Menurut pengakuan Ketua Kelompok Tani Enggal Mukti, Sugito sebanyak 1 ton bibit bawang tersebut merupakan bantuan dari pemerintah untuk petani yang berdampak Covid-19. “Sudah sekitar 33 hari tanaman bawang merah ini kita tanam. Karena kita juga masih awam dalam penanam bawang ini maka kita melibatkan beberapa unsur arahan dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Baca Juga:  Pegawai Honor RSUD Rantauprapat Tewas di Kolam Renang RPH

 

Kedepannya dijelaskan Sugito, bila sudah memiliki pemahaman dalam menanam bawang merah. Maka, untuk seterusnya Kelompok Tani yang berada di Jalan Jati Rejo, Dusun 22 Pondok Rawa, Desa Sampali.

 

“Kita akan memberdayakan menanam bawang merah untuk kedepannya. Kalau  sebelumnya kita fokus menanam jagung dan ubi. Kalau ada kendala kita akan bertanya pada Dinas TPH yang telah membantu kami,” imbuhnya.

 

Dijabarkan Sugito, adapun kendala yang dialami dalam menanam bawang merah ini adalah kondisi alam yakni cuaca. Bila cuaca hujan bisa menenggelamkan tanaman dan membuat busuk tunas bawang.

 

“Kalau sejauh ini kendala hanya di cuaca.

Meski kita perdana menanam bawang pertumbuhannya bagus hanya saja pucuk daun yang menguning harus ditangani. Harus rajin di semprot. Diperkirakan akhir bulan Februari kita panen dan hasilnya diharapkan melimpah,” terangnya seraya berkata bahwa jenis bawang merah yang ditanam kelompoknya adalah varietas tajuk.

 

Sementara itu, Kades Desa Sampali,  Muhammad Ruslan berharap dengan adanya bantuan dari pemerintah di tengah pandemi bisa mendongkrak perekonomian petani khususnya di Desa Sampali.

Baca Juga:  JR Saragih Hadiri Perayaan Natal GMI

 

“Mudah-mudahan bantuan bibit bawang ini bila berhasil maka akan akan kita tanam untuk selanjutnya. Apalagi masa panen bawang juga cukup cepat yakni 2 bulan.  Kalau dulu hanya jagung dan ubi saja awalnya. Dan, menanam bawang merah ini menjadi yang pertama kali di Desa Sampali. Bila ini berhasil kita akan menjadikan lokasi kita ini salah satu destinasi tani dari bantuan dana desa kita,” pungkasnya.

Sementara tanaman Cabe Merah Di Dusun Kauman Desa Sidodadi R Kecamatan Percut Sei tuan dikatakan cukup sehat, hanya beberapa batang daunnya diserang pungau akibatnya daunnya menjadi kriting dan menguning.

“Ini bisa diatasi dengan obat-obatan yang disemprotkan ke tanaman yang diserang pungau, kalau tidak produksi buah akan menurun, saya mengharapkan ini bisa panen pada pertengahan Maret sebanyak 15 ton cabe merah,” kata Parno, Petani Cabe Merah yang juga Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan (P4S)

 

Hadir pada giat rutin itu, Kepala Bidang Holtikultura Dinas TPH Kab.Deliserdang, Mahyudin, dan para petugas lapangan serta sejumlah kelompok tani. (bd)

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up