Dinkes-Aspphami Kendalikan Hama Sektor Pariwisata

38
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Ridesman Nasution didampingi Ketua DPP Aspphami Boyke Arie Pahlevi,SE, Ketua DPD Aspphami Sumut Ir Wesly Sianipar dan Staf Ahli Sanitary Dinkes Sumut Anshori Daulay foto bersama peserta pelatihan di Medan, Selasa 19/3/2019.

EDISIMEDAN.COM, MEDAN – Dinas Kesehatan Sumatera Utara akan mempererat kerjasama dengan Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) menyusul pencanangan layanan di sektor pariwisata di daerah ini.

“Untuk mengendalikan vektor penyakit dan hama lingkungan di berbagai destinasi wisata di Sumut kami siap bekerja sama dengan Aspphami,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Ridesman Nasution menjawab  wartawan seusai membuka Pelatihan Pengendalian Vektor Penyakit dan Hama Pemukiman Tingkat Teknisi & Supervisor di Harmes Hotel Medan, Selasa 19/3/2019.

Kegiatan ke-9 kali yang digelar DPD Aspphami Sumut atas kerjasama Dinkes Sumut diikuti 30 peserta tenaga pest control dari berbagai daerah termasuk dari Aceh dan Pekanbaru. Turut hadir Ketua Umum DPP Aspphami, Boyke Arie Pahlevi,SE, Bendahara Umum Kamti, Wakil Ketua DPD Poltak Siahaan, Sekretaris  Andi Hidayat, BPK Zulfan Indra Sakti dan Ketua Panitia Wilson Rio Daulay.

Ridesman didampingi Staf Ahli Sanitary Dinkes Sumut,Anshori Daulay menyatakan tidak ada daerah yang bebas dari vektor penyakit maupun hama pemukiman termasuk di lokasi wisata termasuk destinasi wisata Danau Toba. Justru itu untuk memberi kenyamanan wisatawan, Dinkes bekerja sama Aspphami siap mengendalikan vektor penyakit dan hama pemukiman.

Pengendalian hama katanya kondisi terkini saat Gubsu Edy Rahmayadi sudah mencanangkan  kunjumgan wisatawan ke daerah ini pada 2019-2023 1,6 juta orang. Sektor pariwisata  menjadi  prioritas. Namun, persoalannya layanan kesehatan wisatawan yang masih mengkhawatirkan mereka.

“Persoalan lain, halal food. Soalnya turis dari Timur Tengah tidak mau berkunjung ke Danau Toba jika tidak ada makanan halal tadi. Itu sebabnya kami juga mencanangkan halal food termasuk bebas hama pemukiman. Kami serius mendorong kegiatan pelatihan pengendalian hama. Kami Apresiasi Aspphami yang merupakan mitra kerja kami,” ujar Ridesman.

Ketua Umum DPP Aspphami Boyke Arie Pahlavi mengatakan pelatihan tenaga pest control sudah digelar sejak 1990 di seluruh provinsi dan telah melahirkan sekitar 5 ribu teknisi pest control. “Perlu dicatat dari Sabang sampai Merauke tidak ada yang bebas dari hama. Pelatihan ini untuk memenuhi standar kompetensi tenaga teknis pest control. Kebutuhan terhadap industri ini semakin ketat menyusul masuknya industri 4.0,” katanya.

Ketua DPD Aspphami Sumut, Ir Wesly Sianipar menambahkan tantangan dihadapi pest control adalah masuknya tenaga asing. Jika tenaga dalam negeri tidak kompetensi dikhawatirkan menjadi penonton di negeri sendiri. “Karena itu pengetahuan yang diserap dalam pelatihan yang bermanfaat ini dapat diterapkan di tengah masyarakat,” harapnya.    (fur).

Apa Tanggapan Anda?