Dipatok Rp800 Ribu, Uang Perpisahan dan Wisuda TK Al Fitriyah ‘Cekik Leher’

8

EDISIMEDAN.COM, MEDAN: Perpisahan sekolah di akhir pendidikan sebagai tanda sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, biasanya disambut dengan suka cita oleh para siswa.

Lantas, bagaimana jika perpisahan justru memicu keresahan karena malah menjadi momok bagi para orangtua.

Indikasi inilah yang kini dilakukan pihak pengelola sekolah RA Al-Fitriyah, sebuah sekolah Taman Kanak-kanak (TK) yang terletak di Jl. Tuba II, Kec. Medan Denai.

Semua itu terjadi setelah pihak sekolah mematok tarif uang perpisahan dengan angka fantastis, Rp.800 ribu.

Ironisnya, keberatan para orangtua justru tak digubris pihak sekolah. Sekalipun mereka menolak ikut rekreasi yang dijadwalkan pergi ke Pantai Cermin, Kab. Serdangbedagai, mereka tetap diwajibkan membayar biaya yang sudah menjadi ketentuan yang kabarnya ditetapkan sepihak.

Bahkan secara arogan, pihak sekolah memotong uang sebesar itu dari tabungan para siswa tanpa terkecuali.

Terkait hal ini Kepala Sekolah TK Al-Fitriyah Hj Ihda Fitri Simbolon SPd, membenarkan bahwa nominal untuk perpisahan itu mencapai angka nyaris sejuta rupiah.

“Iya memang kami dari pihak sekolah ada acara perpisahan sekalian wisuda anak TK. Mengenai dana yang ditetapkan itu sudah termasuk untuk acara perpisahan sekaligus wisuda, gedung kita sewa, sudah termasuk murid beserta orangtuanya, pakaian toga wisuda, foto wisuda, makan dan out bond. ini sudah terlalu minim, ditempat lain belum tentu dapat segitu” kilah wanita yang biasa disapa Fitri itu saat dihubungi via telepon.

Selain itu, Fitri juga mengakui bahwa pihaknya memang tidak memberitahu dan mengundang para orangtua murid untuk menentukan biaya perpisahan dan wisuda.

“Karena kami disini kami sudah menjelaskan diawal pendaftaran agar murid menabung Rp2000 sehari guna untuk mempersiapkan kegiatan seperti ini (akhir dari sekolah) karena memerlukan biaya yang besar. Kepada orangtua juga sudah kami sampaikan diawal pendaftaran” ujarnya.

Sementara, sejumlah orangtua siswa mengaku sudah sangat resah dengan kebijakan pihak sekolah yang mereka anggap sangat sewenang-wenang dan terkesan melakukan pemerasan.

“Ponakan saya saja yang SMA, uang perpisahaannya tak sampai segitu. Begitu juga dengan anak kawan saya di TK lain. Uang perpisahannya saja cuma 350 ribu. Ini hanya anak TK lho. Coba dikalikan 100 orang murid. Berarti 80 juta yang diraup pihak sekolah. Ini jelas dalih untuk mencari untung dengan cara memeras lewat anak-anak kami” cerocos salah seorang orangtua siswa berinisial K kesal.

Ia juga mengaku sempat menolak membayar uang perpisahan yang ‘selangit’ itu.

“Tapi malah saya ditelepon katanya kalau gak dibayar langsung dipotong dari uang tabungan anak saya. Dan buktinya ini kuitansi ini tertera 800 ribu” ucap K lagi emosi.

K juga menuding bahwa Kepsek TK Al-Fitriyah telah berbohong dalam merinci penggunaan uang itu. Apalagi sejak awal ditetapkan, mereka para orangtua mengaku tak pernah dilibatkan untuk rapat.

“Katanya toga untuk wisuda gratis karena sudah masuk dalam 800 ribu itu, apa pulak, kami dikutip lagi kok 50 ribu untuk uang toga” ungkapnya.

Atas nama seluruh orangtua siswa, K berharap agar pihak sekolah bersikap lebih wajar dalam melakukan kutipan untuk perpisahan.

“Kalau masuk akal biayanya pasti kami terima. Sekarang kami minta kembalikan semua uang kami dan hitung. Kalau tidak kami akan melaporkan kasus ini ke Dinas Pendidikan Medan atau mungkin menempuh jalur hukum. Karena ini sudah masuk kategori pemerasan,” ancam K. (Mahbubah Lubis)

 

Apa Tanggapan Anda?