Home / / Diperiksa di Kejatisu, Identitas Dua Tersangka Dugaan Korupsi Terminal Amplas Terkuak

Diperiksa di Kejatisu, Identitas Dua Tersangka Dugaan Korupsi Terminal Amplas Terkuak


EDISIMEDAN.com, MEDAN- Penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan revitalisasi Terminal Amplas, Medan yang merugikan negara sebesar Rp491 Juta terus bergulir. Penyidik pidana khusus (pidsus) Kejati Sumut memeriksa dua orang tersangka. Pemeriksaan ini pun mengungkap identitas tersangka yang selama ini tidak dibeberkan penyidik.Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian mengatakan kedua tersangka yang diperiksa antara lain Khairudi Hazfin Siregar ST selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Bukhari Abdullah selaku konsultan pengawas dalam proyek itu."Hari ini ada dua orang tersangka yang diperiksa penyidik. Para tersangka belum dilakukan penahanan. Sedangkan saksi, sudah 20 an orang yang diperiksa," ucap Sumanggar, Jumat (10/2/2017).Pembangunan revitalisasi Terminal Amplas, Medan menggunakan alokasi sumber dana APBD Kota Medan 2015 sebesar Rp 5,651 Miliar. Namun pelaksanaan pekerjaannya tidak selesai tepat waktu dan pembangunan tidak sesuai dengan kontrak kerja.Setelah dilakukan penghitungan kerugian negara oleh Ahli Konsultan Akuntan Publik ditemukan kerugian negara sebesar Rp 491 Juta. Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang perubahan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [ska]

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan revitalisasi Terminal Amplas, Medan yang merugikan negara sebesar Rp491 Juta terus bergulir. Penyidik pidana khusus (pidsus) Kejati Sumut memeriksa dua orang tersangka. Pemeriksaan ini pun mengungkap identitas tersangka yang selama ini tidak dibeberkan penyidik.

Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian mengatakan kedua tersangka yang diperiksa antara lain Khairudi Hazfin Siregar ST selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Bukhari Abdullah selaku konsultan pengawas dalam proyek itu.

“Hari ini ada dua orang tersangka yang diperiksa penyidik. Para tersangka belum dilakukan penahanan. Sedangkan saksi, sudah 20 an orang yang diperiksa,” ucap Sumanggar, Jumat (10/2/2017).

Pembangunan revitalisasi Terminal Amplas, Medan menggunakan alokasi sumber dana APBD Kota Medan 2015 sebesar Rp 5,651 Miliar. Namun pelaksanaan pekerjaannya tidak selesai tepat waktu dan pembangunan tidak sesuai dengan kontrak kerja.

Baca Juga:  Terkait 7 Kg Sabu, Polres Asahan Ungkap Keterlibatan Mantan Polisi

Setelah dilakukan penghitungan kerugian negara oleh Ahli Konsultan Akuntan Publik ditemukan kerugian negara sebesar Rp 491 Juta. Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang perubahan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [ska]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up