Home / NEWS / Diperiksa KPK, Rizal Sirait: Pertanyaannya Seperti yang Dulu

Diperiksa KPK, Rizal Sirait: Pertanyaannya Seperti yang Dulu


Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Sumatera Utara, Rizal Sirait turut diperiksa penyidik KPK di Mako Brimob Polda Sumut, Selasa (30/1/2018). Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014. [ska]

EDISIMEDAN.com, MEDAN Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Sumatera Utara, Rizal Sirait turut diperiksa penyidik KPK di Mako Brimob Polda Sumut, Selasa (30/1/2018).

Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014.

Usai diperiksa, Rizal yang datang mengenakan lobe itu mengatakan dirinya diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait soal suap untuk pengesahan APBD Provinsi Sumut, beberapa tahun lalu.

“Hari ini, sama pertanyaan seperti yang lalu. Soal proses APBD 2012, 2013, 2014 dan 2015 awal. Kemudian tentang interpelasi dilakukan, kenapa LPJ tidak tolak?,” ucap Rijal Sirait kepada wartawan.

Rijal Sirait mengatakan memenuhi panggilan KPK untuk memberikan keterangan sebagai saksi. “Saya memberikan saksi,” katanya.

KPK kata Rizal melontarkan 17 pertanyaan. Pertanyaan yang dilontarkan oleh penyidik KPK tersebut adalah seputar kasus suap di DPRD Sumut. Namun, ia mengungkapkan pemeriksaan sudah dilakukan sebanyak 4 kali.

Baca Juga:  Ini yang Dilakukan Pasangan Cagub/Cawagubsu Pada Hari Pertama Kampanye Terbuka

“Sekitar 17-18 pertanyaan yang dilontarkan oleh penyidik KPK tadi. Pertanyaan KPK sama saya, ada menerima atau tidak kawan-kawan. Ada pertemuan pimpinan, anggota Bangar diluar sesuai dengan jalur Bangar. Itu ada pertanyaan, semua dimintai keterangan dari saya,” jelasnya.

BERITA TERKAIT

Rijal menjelaskan dalam interpelasi ada didapatkan sejumlah catat tentang kinerja Gubernur Sumut, yang saat itu dijabat oleh Gatot Pudjo Nugroho. Dia mengatakan saat interpelasi itu, ‎ada anggota mengajukan hak interpelasinya dan ada juga tidak.

“Ada tarik tanda tangan dan ada tidak menarik tanda tangan. Yang menarik itu, ada dapat atau tidak?. Kalau itu, kita tidak tahu,” jelas Rijal.

Untuk diketahui bahwa pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap 46 anggota DPRD Sumut, untuk mendalami kasus dugaan korupsi penyuapan terhadap Pimpinan dan Anggota DPRD Sumut. Dimana, pemeriksaan itu dilakukan sejak 29 Januari hingga 3 Februari 2018. [ska]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up