Dirazia Dishub, Sejumlah Driver Taksi Online Marahi Petugas

98
EDISIMEDAN.com, MEDAN- Puluhan taksi online terjaring razia simpatik yang dilakukan tim gabungan dari Dinas Perhubungan dan Polrestabes Medan di pintu masuk salah satu pusat perbelanjaan di Kota Medan, Jalan Zainul Arifin, Rabu (7/2/2018). Anehnya, selain terkejut, sejumlah pengemudi taksi online ini tampak memarahi petugas dishub dan menolak dirazia. [edisimedan.com/ska]

EDISIMEDAN.com, MEDAN Puluhan taksi online terjaring razia simpatik yang dilakukan tim gabungan dari Dinas Perhubungan dan Polrestabes Medan di pintu masuk salah satu pusat perbelanjaan di Kota Medan, Jalan Zainul Arifin, Rabu (7/2/2018).

Anehnya, selain terkejut, sejumlah pengemudi taksi online ini tampak memarahi petugas dishub dan menolak dirazia.

Namun meski demikian, para supir taksi online ini tidak dapat mengelak lagi. Mereka akhirnya pasrah dihentikan petugas dan menerima teguran dari petugas.

“Ini hari kedua, target kita 20 kendaraan. Tadi ada dua unit yang sudah pasang stiker, tapi, mereka belum menyelesaikan yang diwajibkan dalam Permenhub 108/2017. Misalnya belum melakukan speksi. Tapi dia sudah bergabung ke provider,” kata Edison Brase Hamonangan Sagala, Kabid Pengembangan, Pengendalian dan Keselamatan Lalulintas Dishub Kota Medan di sela razia.

Berita Terkait

Setelah dirazia, para sopir diharuskan menandatangani surat pernyataan akan mematuhi Permenhub 108. Sejumlah persyaratan harus mereka penuhi. Mulai dari Uji Kelaikan Kendaraan (KIR), menggunakan SIM A Umum dan memasang stiker tanda taksi online.

Reza Purba, salah satu sopir taxol merasa kaget dengan razia yang dilakukan. Karena dia tidak mengetahui sosialisasi soal Permenhub itu.

“Belum ada, kami sudah tanya ke perusahaan mereka bilang belum ada sosialisasi dari pemerintah,” kata Reza yang bermukim di kawasan Deli Tua itu.

Ihwal penolakan itu, Edison mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke penyedia aplikasi taksi online. Bahkan Edison mengaku sudah menggelar tiga kali pertemuan dengan penyedia aplikasi.

“Yah saya tanya keberatannya dimana, ternyata sopir belum juga membaca Permenhub 108 itu. Karena ada beberapa item, kalau bagian Uji KIR apa keberatannya?, masalah biaya kah? atau prosesnya?,” pungkasnya.

Sementara itu, Kanit Dikyasa Polrestabes Medan AKP Neneng Armayanti mengatakan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas jika para sopir taxol tidak memenuhi persyaratan.

“Karena taksi online ini kan sangat-sangat menjamur. Jadi tidak bisa dihentikan. Sehingga dibuat peraturan agar mereka masuk dalam izin itu,” pungkas Neneng.

Data yang dihimpun, ada 32.000 taksi online yang terdeteksi di kawasan Kota Medan, Deli Serdang dan Binjai. Sementara kuota yang sudah ditentukan hanya sebanyak 3500 unit. Penolakan demi penolakan Permenhub 108 juga terus terjadi. [ska]

Apa Tanggapan Anda?