Direktur PLN Bisnis Regional Sumatera Resmikan Operasional GI dan Transmisi Gunung Sitoli – Teluk Dalam

    12

    EDISIMEDAN.com,MEDAN: PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara menggelar acara syukuran menandai peresmian operasional Gardu Induk Gunung Sitoli dan Gardu Induk Teluk Dalam beserta Trasmisi 70 kV, di lokasi Gardu Induk Gunung Sitoli, Nias, Selasa (6/11).

    Peresmian dihadiri Bupati Nias Sokhiatulo Laoli beserta unsur Forkopimda se-Kepulauan Nias, Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN Wiluyo Kusdwiharto, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara Octavianus Padudung, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sumut Feby Joko Priharto dan undangan lainnya.

    General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara, Octavianus Padudung mengungkapkan bahwa kedua gardu induk dan jaringan transmisi 70 kV itu merupakan infrastruktur ketenagalistrikan tegangan tinggi ini adalah yang pertama di Kepulauan Nias.

    Adapun Gardu Induk Gunung Sitoli (2 x 30 MVA), Gardu Induk Teluk Dalam (1 x 30 MVA beserta jaringan Transmisi 70 kV Gunung Sitoli – Teluk Dalam sepanjang 192,8 kms dengan jumlah tower 402 set itu, merupakan realisasi dari yang digroundbreaking Presiden Joko Widodo 17 Agustus 2016.

    “Sehingga dengan beroperasinya kedua gardu induk dan transmisi 70 kV ini maka semakin menerangi Pulau Nias sehingga peristiwa Nias gelap pada dua tahun yang lalu tak terulang lagi. Artinya pengoperasian ini meningkatkan kehandalan sistem kelistrikan di Kepulauan Nias serta dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,” kata Octavianus.

    Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN Wiluyo Kusdwiharto. Menurutnya Gardu Induk Gunung Sitoli dan Gardu Induk Teluk Dalam serta Trasmisi 70 kV, semakin memudahkan distribusi listrik di Kepulauan Nias tanpa kehilangan daya (losses). “Kalau sebelumnya sambung sana sambung sini ada losses daya, saat ini tidak lagi,” katanya.

    Wiluyo mengatakan padam totalnya listrik di Kepulauan Nias tahun 2016, tak akan terulang lagi. Awalnya Nias memiliki kapasitas daya 6,5 MW dari PLN, namun saat ini menjadi 50 MW (termasuk daya sewa), dimana beban puncak 31 MW.

    “Ini sudah cukup menerangi Kepulauan Nias. Dan dengan kondisi daya yang ada itu, maka 99% desa di Nias dapat menikmati listrik, juga sudah bisa kita gunakan menarik investor. Sementara rasio elektrifikasi di Nias mencapai 60% dan akan terus kita tingkatkan,” kata Wiluyo.

    Bupati Nias Sokhiatulo Laoli mengapresiasi beroperasinya Gardu Induk Gunun Sitoli dan Teluk Dalam beserta jaringan transmisi 70 kV itu. Dia pun menguraikan banyaknya tantangan dari masyarakat terutama soal lahan di awal pembangunannya. Namun akhirnya dengan kebersamaan semua pihak, gardu induk dan transmisi bisa rampung.

    “Namun sekarang masyarakat bersyukur karena saat ini kembali dapat menikmati kecukupan daya listrik di Nias. Tentu kebersamaan ini terus kita tingkatkan untuk mendukung program pembangunan kelistrikan PLN di Nias ini,” katanya.

    Lebih lanjut diharapkannya agar PLTMG 5×5 MW yang sedang dibangun saat ini, dapat terealisasi secepatnya. Idelanya Nias membutuhkan kapasitas daya 150 MW. Selain untuk listrik rumah tangga, kapasitas daya 150 MW itu untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

    “Daya yang cukup akan membuat investor datang ke Nias untuk mendorong perekonomian. Dan saya juga menghimbau masyarakat dan para tokoh, marilah kita dukung program PLN menerangi Nias,” katanya.

    Tokoh masyarakat Nias Silvester Lase juga menyampaikan terima kasih kepada PLN, khususnya UIP Sumatera Bagian Utara dan Wilayah Sumut. “Terus terang mimpi masyarakat Nias sudah terwujud bebas dari gelap,” kata Silvester.

    Ke depan, masyarakat Nias berharap agar PLN semakin memperbanyak pembangunan kelistrikannya di Nias. “Ini menurut kami penting karena setelah bebas dari gelap, kini saatnya menyediakan listrik untuk kegiatan ekonomi masyarakat,” katanya. (Mahbubah Lubis)

     

    Apa Tanggapan Anda?