Ditangkap Intel Kodim 0203 Langkat, Ucok Regar Menangis

50
Intel Kodim 0203 Langkat amankan dua tersangka sabu-sabu dengan barang bukti 10 gram sabu-sabu dari kawasan Batang Serangan, Langkat. [edisiMedan.com/odji pardede]

EDISIMEDAN.com, BINJAI- Paulus Siregar alias Ucok Regar (43), warga Desa Namugas, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat menangis sedih di Makodim 0203 Langkat.

Pasalnya ia diciduk Intel Kodim Langkat bersama temannya Pasta Ginting (41), warga Batang Serangan dengan barang bukti sabu-sabu seberat 10 gram di Desa Sampan Getek, Batang Serangan, Langkat, Kamis (9/8/2018) sekitar pukul 12.00 WIB.

Komandan Unit Intelijen (Danunit Intel) Kodim 0203 Langkat, Lettu Arm Defrinal kepada sejumlah wartawan, mengatakan penangkapan kedua tersangka ini berkat adanya laporan masyarakat Batang Serangan yang mengaku resah dengan maraknya peredaran narkoba di kawasan Batang Serangan Langkat.

“Petugas Intel Kodim 0203 Langkat yang menyaru berhasil melakukan transaksi narkoba jenis sabu dengan tersangka Paulus Siregar alias Ucok Regar. Ucok Regar dipancing melalui HP oleh petugas intel kodim Langkat. Dari tangan Ucok Regar, petugas mendapatkan barang bukti berupa satu buah timbangan elektronik, sejulah plastik putih tramsparan, satu dompet, dua unit HP dan sabu-sabu seberat 10 gram ,” jelas Danunit Intel Kodim Langkatm, Lettu Arm Defrinal.

Berhasil menangkap Ucok Regar, petugas kemudian memburu pemasok sabu-sabu kepada Ucok Regar yakni seorang pria bernama Pasta Ginting. Pasta Ginting ditangkap dan mengaku sabu-sabu tersebut dari bandar besar bernama Rizal, warga Batang Serangan. Pasta Ginting mengaku dapat upah seratus ribu rupiah dari satu gramnya.

Petugas Intel Kodim Langkat pun langsung memburu Rizal ke rumahnya. Namun Rizal selalu berpindah-pindah dan belum berhasil di tangkap.

“Kita akan minta BNN Langkat untuk buat DPO kepada bandar Rizal dam dua tersangka ini akan kita serahkan ke BNN Langkat,” kata Lettu Arm Defrizal,” menjawab edisiMedan.com.

Sementara itu tersangka Ucok Regar ketika ditanyai wartawan mengaku sedih dan ia pun meneteskan air matanya. Pasalnya ia teringat keempat anaknya.

”Saya minta direhab boleh,”ujar Ucok Regar sambil menundukkan kepala menahan isak tangisnya. [op]

Apa Tanggapan Anda?