Home / MEDAN TODAY / Ditanya Pernah Terima Uang (Suap)? Anggota DPRD Sumut: “Pernahlah…”

Ditanya Pernah Terima Uang (Suap)? Anggota DPRD Sumut: “Pernahlah…”


EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anggota DPRD Sumut terkait kasus korupsi bantuan sosial oleh mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. Pemeriksaan ini berlangsung di Mako Brimob Jl Wahid Hasyim, hingga Senin (20/6/2016) sore.

Untuk hari ini, penyidik KPK periksa 28 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014 dan 2019. Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka M Affan, Wakil Ketua DPRD Sumut periode 2009-2014 yang telah ditetapkan sebagai tersangka baru pekan lalu.

Sejumlah anggota DPRD yang ditemui awak media usai menjalani pemeriksaan mengaku, materi pemeriksaan untuk tersangka baru ini tidak berbeda dengan sebelumnya.

BACA JUGA
Dalami Peran Tersangka M Afan, KPK Periksa 28 Anggota DPRD Sumut

Seperti pengakuan anggota DPRD Sumatera Utara periode 2014-2019, Oloan Simbolon. Oloan mengaku dicecar dengan 14 pertanyaan oleh penyidik KPK. Materi pertanyaan menurutnya, tak berubah dengan pertanyaan saat diperiksa sebagai saksi untuk tersangka-tersangka sebelumnya. Kebetulan dia mengaku sudah 3 kali diperiksa ditambah 2 kali memberi kesaksian di pengadilan.

Baca Juga:  Sttt.... KPK Garap 7 Pejabat Sumut yang Diduga Koordinator Suap Gatot

Salah satu materi pertanyaan dari penyidik KPK adalah soal menerima uang diduga suap. “Pernah terima uang? Tanyanya (penyidik KPK). Ya, pernahlah kita terima uang, kita sudah kembalikan kan,” kata Oloan Simbolon kepada awak media di Mako Brimob Polda Sumut Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Senin (20/6/2016).

Namun, Oloan tidak mau merinci berapa jumlah uang yang diterimanya. Dia hanya menyatakan, uang itu diberikan dalam 3 jangka waktu. Ia meminta wartawan bertanya langsung ke KPK soal nominal uang yang diterimanya. “Tanya KPK, semua sudah kita jelaskan.Gak ada lagi yang disembunyikan,” kata dia.

BACA JUGA
Istri Gubsu Evi Diana Kabur Usai Diperiksa KPK

Hal serupa juga disampaikan anggota DPRD Sumut Hardi Mulyono. Dia mengatakan, pertanyaan penyidik banyak yang mengulang pertanyaan sebelumnya. “Tidak ada yang baru. Seperti, apakah ada menerima,” kata anggota Fraksi Golkar DPRD Sumut periode 2009-2014 itu.

Baca Juga:  Gubsu Serukan Salat Ghaib untuk Korban Hercules

‎Oloan dan Hardi diperiksa penyidik KPK terkait dengan penetapan tujuh tersangka baru terkait dugaan suap DPRD Sumut. Ketujuh anggota DPRD Sumut yang ditetapkan sebagai tersangka olek KPK yakni MA, BPN, GUM, ZES, BHS, ZH dan PS‎.

BACA JUGA
KPK Resmi Tetapkan 7 Anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka Baru

Penetapan itu mengacu pada pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 dari Gubernur nonaktif Sumatera Utara‎ Gatot Pujo Nugroho.

KPK masih menyelidiki dugaan suap pada DPRD Sumut. Dalam kasus itu, lima anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 sudah divonis yakni Ajib Shah, Sigit Pramono Asri, Chaidir Ritonga, Saleh Bangun, dan Kamaluddin Harahap. [fad|bbs]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up