Home / POLITIK / Djarot-Sihar Terancam Batal Ikut Pilgubsu Jika Ditolak PPP

Djarot-Sihar Terancam Batal Ikut Pilgubsu Jika Ditolak PPP


Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus

EDISIMEDAN.COM, MEDAN – Pasca Hanura memastikan diri bergabung dengan parpol koalisi Edy-Ijeck, harapan PDIP untuk ikut Pilgubsu tinggal pada koalisi PPP.

Jika PPP menolak bergabung dengan koalisi yang dibangun PDIP, maka pencalonan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus sebagai Cagub dan Cawagub terancam batal ikut Pilkada Sumut 2018.

Pasalnya, seluruh partai yang duduk di DPRD Sumut, sudah menentukan jagoannya masing-masing. Tersisa PDIP dan PPP yang sejauh ini berpeluang untuk membangun koalisi sebagai syarat memenuhi 20 kursi di Pilgub Sumut.

Namun menurut Peneliti Departemen Ilmu Politik FISIP USU, Faisal Andri Mahrawa, peluang PPP menolak bergabung dengan koalisi PDIP cukup terbuka.

BACA JUGA

Hanura Pastikan Dukung Edy – Ijeck, Ini Buktinya

“Indikasinya ketidakhadiran Gus Yasin saat penyerahan rekomendasi 7 calon kepala daerah di kantor PDIP Minggu pagi,” kata Faisal saat dimintai pendapatnya kepada edisimedan.com, Minggu (8/1/2018).

Baca Juga:  Didoakan Sultan Melayu jadi Gubsu, Edy Rahmayadi Terharu

Menurut Faisal, Gus Yasin bernama lengkap Gus Yasin Maimoen merupakan putra KH Maimun Zubair, yang tak lain adalah Ketua Majelis Syariah PPP.

Ketidakhadiran Gus Yasin, menurut Faisal, bisa menjadi sinyal keengganan PPP berkoalisi dengan PDIP.

“Secara politik, basis massa PPP dengan PDIP berbeda, khususnya di Sumatera Utara,” imbuh Faisal.

Intinya, PPP akan berpikir panjang agar tidak ditinggalkan oleh basis massa pemilihnya. Karena muara dari Pilkada tahun 2018 tidak lain Pemilu Legislatif.

“Jika PPP tetap memaksakan bergabung dengan koalisi PDIP, maka PPP harus bersiap-siap ditinggalkan konstituennya di Pileg 2019,” demikian Faisal. [ded]

BACA JUGA: Akhirnya PPP Dukung Djarot-Sihar Sitorus 

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up