Home / LANGKATNEWS / DPRD Minta Walikota Mencopot Kadinkes Binjai dan Kapus Binjai Barat

DPRD Minta Walikota Mencopot Kadinkes Binjai dan Kapus Binjai Barat


Walikota Binjai diminta ambil tindakkan tegas kepada Kadis Dinkes Binjai dr Mahaniari Manalu dan kepala puskesmas rawat inap Jalan HAH Hasan Payaroba, Binjai Barat terkait pelayanan buruk yang akibatkan satu pasien meninggal dunia akibat tidak stanbynya dokter jaga di puskesmas AH Hasan Payaroba Binjai Barat. Tampak usai RDP dengan komisi B DPRD Binjai kadis dinkes Binjai di konfirmasi wartawan Binjai. [edisiMedan.com/OP]

EDISIMEDAN.com, BINJAI- Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Binjai dengan Kepala Dinas Kesehatan Binjai, Kepala Puskesmas (Kapus) Jalan HAH Hasan Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat dan IDI Binjai berlangsung alot.

Anggota Komisi B DPRD Binjai, Jonita Agina Bangun meminta Ketua Komisi B DPRD Binjai Ustad Suharjo untuk melepon Ketua DPRD Binjai Zainudin Purba agar bisa bisa menghadirkan Sekdako Binjai pada RDP selanjutnya untuk membahas pelayanan buruk di Puskesmas Rawat Inap HAH Hasan Payaroba Binjai Barat.

RDP ini menyoal kasus seorang pasien tutup usia di Puskesmas Jalan HAH Hasan, Kelurahan Payaroba, Binjai Barat, belum lama ini. Diduga, pasien yang bernama Pringaten Bukit (65) itu, meninggal dunia karena tak sempat mendapat perawatan dari dokter. Sebab, tenaga medis tidak  berada di tempat kala itu.

“Saya mohon kepada Ketua Komisi B DPRD Binjai untuk menghadirkan Sekdako Binjai untuk RDP selanjutnya. Jika tidak saya akan keluar dari ruangan ini,” kata Jonita Agina Bangun di ruang rapat Komisi B DPRD Binjai, Jumat (18/7/2018) kemarin.

BACA JUGA

Permintaan Jonita Agina Bangun ini pun dipenuhi dengan memerintahkan staff DPRD Binjai untuk menghubungi Ketua DPRD Binjai. Namun Ketua DPRD Binjai belum bisa dihubungi sehingga RDP antara Komisi B DPRD Binjai dengan pihak IDI, Kepala Puskesmas HAH Hasan Payaroba dan Kadis Dinkes Binjai diskor, menungggu kehadiran Sekdako Binjai.

Baca Juga:  Tengku Erry Minta Wakil Gubernur Nurhajizah untuk Jaga Kekompakan

Dalam rapat dengar pendapat tersebut, Jonita Agina Bangun mempertanyakan apakah seorang dokter bisa keluarkan surat rujukan tanpa memeriksa pasien. Jonita juga mempertanyakan, kenapa saat ia bersama anggota DPRD Atan Sitepu dan Njoreken Pelawi datang, tidak satupun orang berada di Puskesmas HAH Hasan Payaroba.

Selain itu Jonita juga mempertanyakan soal penyedian obat-obatan di Puskesmas yang sangat memberatkan warga miskin Binjai padahal DPRD Binjai sudah anggarkan obat-obatan gratis untuk masyarakat Binjai.

“DPRD Binjai minta kepada walikota Binjai dan IDI untuk lakukan tindakan tegas kepada Kadis Dinkes dan Kepala Puskesmas tersebut yang akibatkan nyawa pasien melayang,” tegas Jonita Agina Bangun.

Sementara itu Njoreken Pelawi mempertanyakan soal ambulans Puskesmas yang tidak berfungsi.

“Mengapa pasien dibiarkan naik becak ke RS Kesrem Binjai. Kami sudah anggarkan ambulance untuk masyarakat Binjai. Jangan karena anda mau ngundur diri (red:kepala puskesmas), masalah ini jadi selesai,” kata Njoreken Pelawi, Anggota DPRD Binjai dari Fraksi Demokrat.

Baca Juga:  Warga Kelurahan Tanah Seribu Keluhkan Lampu, Paret Dan Narkoba Pada Reses Miswar Hasibuan

Kepala Puskesmas HAH Hasan Payaroba Binjai Barat, pada rapat dengar pendapat itu lebih banyak membela diri. “Saat itu saya berada di Dinkes Binjai dan soal anak terlantar itu tidak benar,” jelasnya.

Dilanjutkan, sedangkan pasien yang meninggal dunia dalam perjalanan ke Kesrem itu bukan tidak dilayani.

“Tetapi saat bersamaan dua petugas kami sedang menjahit pasien di ruang IGD dan saat itu kami berdayakan satu petugas poli untuk menangi pasien yang meninggal itu. Ada diagnosanya pasien itu sudah sakit 6 bulan dengan keluhan sesak napas dan batuk,” terang Kepala Puskesmas HAH Hasan Payaroba.

Mendengar penjelasan Kepala Puskesmas Payaroba tersebut, anggota DPRD Binjai Njoreken Pelawi langsung berang.

“Saya tidak terima semua alasan itu. Bagus ibu mengaku salah dan minta kesempatan kepada DPRD,” kata Njoreken Pelawi.

Sementara itu Kadis Dinkes Binjai dr Mahaniari Manalu seirama dengan Kepala Puskesmas Payaroba Binjai Barat.

“Saat kejadian itu saya sudah laporkan semua ke inspektorat Binjai dan ternyata dokter jaga yang di situ merupakan dokter dari pusat. Nama dokter jaga yang tidak berada di tempat itu Erikson Sinaga,” jelas Kadis Dinkes selaku kordinator puskesmas di Binjai.

Baca Juga:  Selalu Ada Luhut di Balik Pernikahan Putri Jokowi

Ketua Komisi B DPRD Binjai ustad Suharjo mengatakan bahwa prajurit yang salah, komandan yang tanggung jawab. “Sidang kita skor menunggu kehadiran Sekdako,” kata ustad Suharjo.

Terpisah, Ketua IDI Binjai dr Heri, mengatakan setelah mendengar rapat dengar pendapat, dirinya belum ada menemukan pelanggaran medis atau mall praktek. Hanya mengarah ke pelanggaran disiplin ASN.

“Saya berharap, hal ini dapat diselesaikan secara baik janganlah sampai meluas. Saya yakin Kepala Puskesmas AH Hasan lagi apes/sial saat itu . Sekali lagi saya mohon dapat diselesaikan dengan baik,” kata dr Heri.

Diketahui, Pringaten Bukit (56) warga Kelurahan Payaroba, hendak berobat ke Puskesmas Jalan HAH Hasan. Sayang, dokter yang bertugas tidak ada di tempat, Jumat (8/6) lalu.

Kondisi kesehatan saat itu memburuk. Pun, hal tersebut tak juga mendapat penaganangan. Malah, seorang petugas medis memberi surat rujukan untuk diboyong ke Rumah Sakit Kesrem di Binjai Kota.

Namun, nasib berkata lain, dalam perjalanan menuju RS Kesrem, pasien yang dibawa tiga anggota DPRD Binjai tanpa dokter pendampimg itu menghembuskan napas terakhirnya [OP]

Terkait


Berita Terbaru