Dr.H.Burhanuddin M.Pd : Menuai Kemakmuran dengan Membangun Kejujuran

65

EDISIMEDAN.COM, MEDAN: Sejatinya setiap orang harus menanyakan dirinya sendiri, apakah kejujuran sudah mendominasi dalam kehidupannya atau justru lebih banyak kebohongan. Bila kebohongan yg dominan, janganlah menjadi pemimpin sebab akan terjadi ketidakadilan dalam kehidupan, yang akhirnya menimbulkan banyak kesusahan dan kesengsaraan. Hal tersebut dikatakan Dr.H.Burhanuddin M.Pd yang merupakan tokoh Pendidikan Sumatera Utara.

“Dalam mengisi puasa ramadhan ini, salah satu yang akan kita bangun adalah KEJUJURAN. Jujur dalam hidup, Jujur dalam bekerja, jujur berucap , jujur dalam mengemban amanah,” tegas Burhanuddin pada Selasa (7/5/2019)

Dalam menyikapi kondisi bangsa dan negara tercinta ini, tentang adu claim pemenang pemilu , tentang isu propaganda politik, yang pada akhirnya akan menentukan siapakah presiden RI, ia hanya memberi nasehat dan harapan dengan kata “JUJURLAH”, kepada semua komponen yang ikut dalam melaksanakan pemilu terutama KPU, karena ditangan mereka akan diumumkan siapa pemenangnya.

“Ingat !! Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh jua. Semua kebohongan pasti akan ketahuan seperti apapun cara menyembunyikan nya. Rakyat hanya ingin kejujuran. Seluruh rakyat Indonesia, baik pendukung pasangan 01 atau 02, tidak akan suka dan akan mengutuk kalau yang dia pilih duduk tapi dengan cara curang. Bisa jadi masalah dan urusan negara kita ini tidak akan selesai jika kita dipimpin oleh orang yang curang,” katanya.

Ia mengajak kita semua berharap dan berdoa semoga Allah menunjukkan bahwa yang jujur itu jujur dan Allah memberikan pertolongan padanya untuk dijadikan sebagai pemimpin kita dan ditunjukkan oleh Allah yg curang itu curang dan diberikan oleh Allah kesadaran kepada mereka untuk tidak melakukannya.

Lebih lanjut dikatakanya, ingatlah bahwa negara kita besar dan kaya, tapi kenapa kita masih jauh ketinggalan dengan negara tetangga salah satu jawabannya karena kita belum jujur dengan semua kegiatan dalam mengatur negara ini. Sebagai penutup mari kita bangun kejujuran niscaya kita akan menuai kemakmuran.

Sebab, Sesungguhnya kata Jujur adalah kata yang paling mudah terucap oleh lisan manusia, namun paling sulit untuk dilaksanakan. (Rel)

 

Apa Tanggapan Anda?