drg Ester Martha Nelly Harefa: “Yang Muda, Yang Berasuransi”

2046
drg Ester Martha Nelly Harefa

“Apa yang akan terjadi dengan hidup kita tidak ada yang mengetahuinya. Jadi,
kami memilih berasuransi untuk mengantisipasi jika terjadi apa-apa pada saya dan suami,” kata Ester Martha Nelly Harefa saat ditanya pentingnya asuransi dalam keluarga.

Wanita yang berprofesi sebagai dokter gigi ini tidak seperti kebanyakan orang yang baru
menyadari pentingnya asuransi bila sudah mengidap penyakit serius seperti kanker, jantung, dan sebagainya.

Pada usianya yang relatif muda, wanita berusia 33 tahun ini justru menjadi bagian penting
masyarakat Indonesia yang menjadikan asuransi sebagai salah satu instrumen dalam perencanaan keuangan keluarga. Ia menempatkan asuransi sebagai wadah untuk mengangkat derajat kesehatan serta kualitas hidup ia dan keluarganya.

Ester Marta Nelly Harefa yang akrab disapa Ester ini tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara.

Sejak Januari 2017 lalu, ia ditempatkan sebagai petugas medis menjadi dokter gigi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA/Lapas), Tanjung Gusta, Sumatera Utara.

Wanita berkulit putih dan dengan rambut panjang sebahu ini beberapa waktu lalu berbagi
pengalaman tentang asuransi. Bagi dia dan suaminya, berasuransi merupakan keputusan
terbaik yang pernah mereka ambil di usia pernikahan yang relatif masih seumur jagung.

”Dengan berasuransi saya tidak perlu lagi khawatir dengan biayanya. Kita tinggal memilih rumah sakit yang terbaik,” kata Ester melanjutkan testimoninya.

BACA JUGA
Perasaan Ginting, Puluhan Tahun Jadi Andalan Keluarga dengan Asuransi

Ester bercerita, kesadaran berasuransi tumbuh setelah menikah dengan suaminya, Hilman
Bristoni Ambarita. Di awal pernikahan mereka, pasangan ini mulai menata kehidupan mereka dan menyusun rencana masa depan anak-anaknya, Jason Miguel Ambarita (6 tahun) dan Jeriel Ivander Ambarita (4 tahun).

Segala hal direncanakan pasangan muda tersebut, termasuk pilihan mereka untuk berasuransi.

drg ester dan keluarga

Suaminya yang berprofesi sebagai kontraktor, mengawali diri untuk memilih produk asuransi jiwa sebagai solusi pencegahan terhadap risiko pekerjaan yang bakal dihadapi kelak.

Kemudian, ketika putra pertama mereka lahir, sang suami juga membekalinya dengan asuransi kesehatan disamping Ester juga sudah terlindungi dengan BPJS, fasilitas asuransinya sebagai seorang PNS.

Menurut Ester, sebagai orangtua muda di usia yang produktif, bukan tak mungkin berbagai
rencana masa depan anak-anaknya menjadi tidak mulus ketika salah satu dari mereka dipanggil Tuhan kelak. Keuangan keluarga tentu menjadi terancam karena hilangnya sumber penghasilan.

“Karena saya medis, saya paling malas melihat anak diinfus. Kalau bisa saya tangani sendiri dulu,” begitu tekad Ester dalam hati. [BACA HALAMAN SELANJUTNYA]

Apa Tanggapan Anda?