Home / PROFIL / drg Ester Martha Nelly Harefa: “Yang Muda, Yang Berasuransi”

drg Ester Martha Nelly Harefa: “Yang Muda, Yang Berasuransi”


drg Ester Martha Nelly Harefa
drg Ester Harefa

Akan tetapi, cara pikir tersebut berubah seiring dengan pola kehidupan yang dihadapi dewasa ini, dimana penyakit bisa datang kapan saja dan menyerang siapa saja. Ester akhirnya menyadari, perlindungan kesehatan menjadi sebuah tuntutan untuk dijaga dan diantisipasi.

Istilah yang digunakan Ester saat berasuransi adalah berjaga-jaga. Berjaga-jaga dari segala risiko yang terjadi di kemudian hari.

“Asuransi bagi saya tidak hanya untuk keadaan sakit. Siapa yang ingin sakit, kan gak ada. Tapi untuk antisipasi jika terjadi sesuatu di kemudian hari, terutama anak-anak. Ibaratnya kita harus jaga-jaga,” tutur Ester.

Bersamaan dengan lahirnya anak kedua Ester, tepatnya tahun 2013, dia kemudian diperkenalkan produk asuransi kesehatan dari Manulife yakni, sebuah produk asuransi kesehatan yang mengganti biaya perawatan rumah sakit yang disebabkan karena penyakit atau kecelakaan dan memproteksi sampai usia 65 tahun.

Baca Juga:  Diperiksa di Kejatisu, Tiga Anggota Dewan Kembalikan Uang Suap

Tertarik dengan manfaatnya, Ester memilih produk asuransi kesehatan tersebut dengan fasilitas tambahan (rider), dimana Ester sebagai pemegang polis, namun suami dan dua anaknya pun ikut terlindungi.

BACA JUGA
Tukang Sebar Brosur Itu, Kini Menjadi Sosok Paling Berpengaruh di Asia

“Saya tertarik dengan paket asuransi kesehatan keluarga ini. Karena saya sebagai penanggung, anak dan suami saya sebagai tertanggung, tapi fasilitasnya sama. Pembayaran biaya rawat inap juga menggunakan fasilitas cashless. Itu yang saya suka dengan produk ini,” jelasnya.

Ester mengakui, dia merasa bisa hidup lebih tenang dan nyaman melakukan pekerjaan setelah berasuransi. Dari pengalaman ini, Ester menyarankan masyarakat untuk melek asuransi, terutama untuk pasangan muda.

Menurutnya, dari sejak mudalah kita perlu berasuransi, karena waktu yang berputar tidak akan kembali. Semakin cepat kita memiliki asuransi, semakin tenang hidup kita karena telah mengantisipasi berbagai ketidakpastian hidup yang kian menghampiri seperti musibah sewaktu-waktu, sakit, kecelakaan, terkena penyakit kritis, hilangnya
sumber penghasilan dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Langgar Surat Edaran Wali Kota, Sejumlah Kafe dan Tempat Hiburan Ditindak

“Di dalam sebuah keluarga, asuransi itu sangat penting. Apalagi ketika istri gak bekerja, suami sebagai si pencari nafkah adalah orang pertama yang harus diproteksi. Minimal asuransi jiwa,” sambungnya.

Ester mengakui, dia dan suami rela menyisihkan sekitar Rp 12 juta per bulan untuk membayar premi asuransi yang mereka miliki. Meski terlihat besar, namun manfaat yang mereka dapatkan jauh lebih besar lagi.

Terkait hal tersebut Ester sudah punya pengalaman. Pada saat kedua anaknya harus mendapat perawatan di rumah sakit, dia tidak lagi merasa was-was dengan biaya rumah sakit. Ester bisa mendapatkan ketenangan pikiran dan fokus pada penyembuhan kedua anaknya.

Pada tahun 2013 lalu misalnya, putra pertamanya, Jason Miguel Ambarita harus mendapat
perawatan di rumah sakit. Pada saat itu, Ester baru dua bulan menjadi pemegang polis denganmembayar premi sebesar Rp 6,9 juta per semester.

Baca Juga:  Bawa Sajam ke Pengadilan, Dua Pengunjung Sidang Diamankan Waltah Kejari Medan

Ia lalu mengajukan klaim atas perawatan rumah sakit tersebut dan mendapatkan bahwa
jumlah klaim yang diberikan Manulife lebih besar dari premi pertama yang dibayarkannya.
Malah, manfaat seperti ini sudah dua kali didapatkannya yakni sekitar Rp 8 jutaan pada klaim pertama dan sekitar Rp 9 jutaan pada klaim kedua. [BACA SELANJUTNYA JANGAN ASAL MEMILIH AGEN

Terkait


Berita Terbaru