Home / NEWS / Dua Pengusaha Penyuap Bupati OK Arya Dihukum 2 Tahun Penjara

Dua Pengusaha Penyuap Bupati OK Arya Dihukum 2 Tahun Penjara


Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman masing-masing dua tahun penjara kepada dua pengusaha yang menjadi terdakwa kasus penyuapan Bupati nonaktif Batubara, OK Arya Zulkarnaen. Kedua terdakwa yakni Syaiful Azhar (kiri) dan Maringan Situmorang (kanan) juga dihukum dengan pidana denda masing-masing sebesar Rp 100 juta. [edisimedan.com/ska]

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman masing-masing dua tahun penjara kepada dua pengusaha yang menjadi terdakwa kasus penyuapan Bupati nonaktif Batubara, OK Arya Zulkarnaen.

Kedua terdakwa yakni Syaiful Azhar dan Maringan Situmorang juga dihukum dengan pidana denda masing-masing sebesar Rp 100 juta. Dengan ketentuan Jika Syaiful tidak membayar denda, dia harus menggantinya dengan pidana kurungan selama 3 bulan. Sementara jika Maringan tidak membayar denda, dia harus menjalani pidana 6 bulan kurungan.

Berita Terkait

Hukuman itu dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo dalam persidangan terpisah di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (8/2). Kedua terdakwa oleh majelis hakim dinyatakan terbukti bersalah memberikan sejumlah uang kepada penyelenggara negara, dalam hal ini Bupati Batu Bara, OK Arya Zulkarnain, untuk mengatur proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batu Bara.

Baca Juga:  Rantai dan Aniaya Seorang Remaja, Wanita Ini Diamankan ke Kantor Polisi

“Menyatakan terdakwa tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi (secara berlanjut) sebagaimana didakwakan dalam dakwaan primair. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 2 tahun dan denda sebesar Rp 100 juta,” kata Wahyu dalam putusannya.

Putusan majelis hakim memang lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan. Sebelumnya JPU Ikhsan Fernandi meminta agar Maringan dan Syaiful dijatuhi pidana 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Syaiful dan Maringan langsung menyatakan menerima putusan itu. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ikhsan Fernandi, menyatakan mereka masih menfaatkan waktu 7 hari untuk pikir-pikir.

“Kami akan membuat laporan ke pimpinan dan menggunakan waktu untuk pikir-pikir,” kata Ikhsan seusai persidangan.

Perkara suap ini merupakan berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Sumatera Utara pada pertengahan September lalu. KPK menangkap Bupati Batu Bara OK Arya Zulkarnain dan pengusaha jual-beli mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen bersama 6 orang lainnya, Rabu (13/9). Dalam OTT ini, petugas menyita Rp 364 juta yang diduga sebagai bagian dari uang suap.

Baca Juga:  Tujuh Temuan Senilai Rp 334 M Seret KPU Rugikan Negara

Maringan mengumpulkan sejumlah pengusaha untuk menyuap Bupati Batu Bara OK Arya Zulkarnain. Mereka memberikan 10 persen dari nilai proyek di Kabupaten Batu Bara yang ingin dimenangkan.

Maringan sendiri telah memberikan suap Rp 3,7 miliar untuk dua proyek yang dia dapatkan. Uang diserahkan tiga tahap. Awalnya dia menyerahkan 1 lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 561633 senilai Rp 1,5 miliar, dan 1 lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 560012 senilai Rp 1,5 miliar, kemudian uang sebesar Rp 700 juta. Uang suap itu diserahkan melalui Sujendi Tarsono yang merupakan orang dekat OK Arya Zulkarnain.

Sementara Syaiful memberikan suap Rp 400 juta. Uang diserahkan melalui Kadis PUPR Batu Bara, Helman Herdady.

Terkait perkara penyuapan ini, OK Arya Zulkarnain, Sujendi Tarsono dan Helman Herdady juga sudah mulai diadili di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (5/2/2018) kemarin. [ska]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up