Duel Gara-gara Batas Ladang , Dalangit Tewas Kena Tebasan Parang

171

EDISIMEDAN.com, KARO- Hanya karena perkara batas ladang, Dalangit Sitepu (36) warga Desa Ujung Payung, Kecamatan Simpang Empat duel maut dengan Amonius Sitepu (40) warga Desa Beganding di Perladangan Panggung Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Kamis (24/5/2018) pagi sekira pukul 08:30 Wib. Akibat duel itu Dalangit Sitepu tewas di lokasi kejadian.

Warga menduga, terjadinya perselisihan itu akibat batas ladang mereka. Karena keduanya merasa benar, maka terjadilah perkelahian yang menggunakan senjata tajam hingga Dalangit meregang nyawa di lokasi peristiwa. Sedangkan lawan duelnya mendapat perawatan di ruang IGD Rumah Sakit Umum Kabanjahe.

Peristiwa ini diketahui masyarakat setelah tersangka meminta tolong kepada warga Desa Beganding untuk membawanya ke Rumah Sakit karena terkena tusukan benda tajam dibagian dada, luka sayat dijari-jari lengan sebelah kiri, luka sayat dikening kiri dan pergelangan tangan kiri.

Dalangit Sitepu (36) warga Desa Ujung Payung , Kecamatan Simpang Empat tewas di lokasi kejadian dengan luka sayat di daun telinga sebelah kiri, luka sayat lengan tangan kiri sebelah, lengan bawah kiri terputus, luka sayat pada pertengahan lengan bawah bagian dalam sampai ke tulang dan luka sayat pada jari tengah serta jari manis.

Mengetahui peristiwa ini, kerabat dan keluarga tersangka langsung membawanya ke RSU Kabanjahe, sebagian warganya lagi menuju Polsek Simpang Empat untuk melaporkan kejadian.

Setelah mendapat laporan, personil Polsek langsung menuju lokasi kejadian dan menemukan korban sudah tergeletak tak bernyawa dengan bersimbah darah. Polsek Simpang Empat yang telah berada di lokasi mengevakuasi korban ke ruang jenasah RSU untuk dibersihkan dan selanjutnya menyerahkannya kepada keluarga.

Kepala Desa Beganding Pelawi Sembiring ketika dikonfirmasi di RSU Kabanjahe mengatakan perselisihan batas ladang milik kedua warga tersebut diketahuinya sudah lama terjadi. “Mungkin puncaknya tadi pagi, sehingga terjadi perkelahian yang berujung maut,”ujarnya singkat.

Kapolres Karo AKBP Benny Remus Hutajulu, Sik melalui Kasat Reskrim AKP Ras Maju Tarigan, Kamis (24/5/2018) membenarkan peristiwa ini. Menurutnya, motif perkelahian yang menewaskan Dalangit Sitepu hanya karena batas ladang.

Dari hasil penyelidikan sementara, kata Ras Maju, duel satu lawan satu ini terjadi saat korban Dalangit Sitepu hendak menuju ladang yang bersebelahan dengan ladang tersangka Amonius Sitepu yang selama ini tinggal di ladangnya.

“Saat tiba di ladang, mata mereka beradu pandang dan terjadilah pertengkaran dilanjutkan dengan tarung pake senjata tajam. Akibat luka yang diderita, korban langsung tewas di lokasi. Masyarakat yang begitu mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkannya ke Mapolsek Simpang Empat dan selanjutnya korban dibawa kerumah Sakit Umum. Perkelahian ini disebabkan Batas Tanah (ladang) di mana ladang mereka berdua bersebelahan. Kedua orangtua masing masing pernah juga berselisih paham karena batas tanah yang sama. Bapak dari Dalangit Sitepu bernama Aman Sitepu dan Bapak Amonius bernama Paten Sitepu,”papar Kasat Reskrim kepada wartawan.

Sementara pemeriksaan berikutnya, lanjut Kasat, akan dimintai keterangan saksi saksi. “Barang bukti yang telah kita amankan berupa parang panjang dan piso. Kita juga telah memintai keterangan isteri tersangka Amonius Sitepu,” katanya. [Anita]

Apa Tanggapan Anda?